Tani

Selasa, 25 Desember 2012

Mengajari Anak Disiplin Melalui Kegiatan Menari



Mengikut sertakan anak Anda dalam kegiatan menari dapat mengajari mereka tentang disiplin dan keseimbangan. Ada kelas tari yang ditawarkan untuk anak-anak dari segala usia, bahkan untuk anak balita. Di kelas menari untuk balita mereka akan belajar melakukan apa yang diminta oleh guru. Mereka akan melakukan gerakan-gerakan tertentu dengan tubuh mereka pada waktu yang tepat. Sangat menyenangkan melihat anak-anak berinteraksi dan bersenang-senang dengan temannya.
Menari untuk anak-anak sangat menyenangkan karena mereka akan tampil di akhir sesi kelas tari. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk menampilkan tarian mereka kepada teman-teman dan anggota keluarga. Hal ini juga memberikan rasa percaya diri kepada mereka untuk tampil di depan orang banyak.
Salah satu alasan mengapa menari sangat baik untuk anak-anak adalah bahwa menari adalah bentuk  latihan yang kompleks. Mereka dapat membakar kalori saat mereka melakukan berbagai gerakan. Saat ini banyak anak-anak di luar sana yang kelebihan berat badan. Dan menari salah satu usaha untuk membantu mereka tetap fit. Menari bagi mereka bukan suatu latihan yang berat melainkan sesuatu yang menyenangkan.
Banyak anak yang ikut kelas menari ketika usia mereka masih muda dan akan terus terlibat sampai usia mereka remaja. Akibatnya mereka akan memiliki rasa percayaan diri yang tinggi dan keseimbangan yang bagus. Mereka juga sehat secara fisik dan mereka memiliki semangat yang bagus juga. Tidak semua orang terlahir dengan bakat menari tetapi melalui pembelajaran yang efektif di ruang kelas mereka dapat menari dengan baik dan tampak hebat.

Senin, 24 Desember 2012

Aktifitas Yang Mencerdaskan Anak

Untuk mencerdaskan si kecil, tidak perlu harus menggunakan buku panduan khusus ataupun peralatan yang canggih. Banyak aktivitas yang tampak sepele, tetapi punya pengaruh besar dalam meningkatkan kemapuan berpikir anak. Di antaranya:

Untuk meningkatkan kemapuan anak mengenal warna dan bentuk :
  • Saat belanja, suruh si kecil memilih sayuran/buah/barang berdasarkan warna.
  • Isi waktu luang dengan permainan mencari benda berdasarkan bentuk.

Untuk meningkatkan kemapuan anak mengenal angka:
  • Minta si kecil malakukan kegiatan berdasarkan angka. Misalnya, ambil apelnya dua.
  • Menyanyikan lagu-lagu yang ada hubungannya dengan angka. Misalnya, satu-satu aku sayang ibu, dua-dua dst.

Untuk meningkatkan kemapuan anak mengingat:
  • Tebak-tebakan gambar di majalah
  • Mencari benda di sekitar rumah. Misalnya, mana jam?

Untuk meningkatkan rentang perhatian anak:
  • Mewarnai gambar atau mengambar

Bercerita merupakan aktivitas yang juga dapat dilakukan anda dan si kecil untuk meningkatkan kemapuan mendengar, rentang perhatian bahkan mengasah imajinasi dan kecerdasan emosionalnya. Menjadikan si kecil teman berkomunikasi juga merupakan aktivitas yang sangat berperan dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan.










Minggu, 23 Desember 2012

Mengenal Aktivitas Anak Sehat Dan Cerdas



Menginjak usia sekitar 13-14 bulan, aktivitas si kecil meningkat tajam. Kemampuannya berjalan tanpa dibantu, memberinya kesempatan seluas-luasnya untuk menyalurkan minatnya : mengeksplorasi sekitarnya.

Kedua tangannya sudah sangat baik gerak motorik dan koordinasinya, membuat si kecil bebas mengikuti gerakan yang dilakukan orang di dekatnya. Demikian pula dengan kedua kakinya yang semakin lama semakin mantap, gerakan menendang, melangkah yang sudah dikuasainya kini diperkaya dengan gerakan memanjat, melompat dan akhirnya berlari kian-kemari.

Sehingga pada umumnya, begitu anak menyadari ia memiliki kemampuan untuk bergerak, maka anak yang sehat akan mengisi hari-harinya dengan berbagai aktivitas. Karena pada usia batita rasa ingin tahunya juga sedang berkembang pesat, maka aktivitas gerakannya pun selalu dikaitkan dengan minatnya untuk menjelajah lingkungan, mencoba kemampuan diri, memanfaatkan benda-benda di sekelilingnya atau berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh penghuni rumah termasuk binatang peliharaan, maupun anak lain.

Aktivitas khas si kecil

Di antara berbagai aktivitas yang dilakukan, ada beberapa yang sangat khas. Selain berlari, menendang dan berguling, si kecil tampak gemar sekali naik dan melompat-lompat di kursi atau tempat tidur, naik-turun meja, melempar-lempar barang, buka-tutup laci, membongkar barang tertutup, mengeluarkan isi lemari, menarik-narik kabel atau apapun yang terjuntai, sampai menarik-narik ekor binatang di rumah.

Aktif dan gembira

Namun sekalipun ia tampak begitu aktif, sehingga terkesan sepanjang hari waktunya dihabiskan dengan gerakan yang nyaris tiada henti, anak sehat dan cerdas akan tetap terlihat gembira dan ceria. Bahkan nafsu makan maupun pola tidurnya tidak terganggu.

Cerdas dan kreatif

Mengingat kecerdasan si kecil sudah demikian berkembang, pada usia ini anak yang sehat dan cerdas juga sudah mampu diajak berkomunikasi. Maka ia pun jarang menemukan kesulitan dalam beraktivitas. Dengan sedikit petunjuk yang Anda berikan, ia dapat segera menguasai bentuk aktivitas baru yang diminatinya.

Oleh karena itu, anak yang sehat dan cerdas memiliki aktivitas yang lebih beragam. Perkayalah si kecil dengan gerak aktif yang lebih positif. Arahkan si kecil pada aktivitas yang dapat merangsang kemampuan daya kreativitasnya.

Sabtu, 22 Desember 2012

Manfaat Seni Bela Diri Untuk Anak



Beberapa orang berpikir bahwa jika anak mereka diajarkan seni bela diri, mereka akan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri dan menjadi pengganggu. Sebenarnya seni bela diri untuk anak-anak ini sangat berbeda dari apa yang Anda pikirkan. Seni bela diri dapat meningkatkan disiplin, koordinasi dan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak Anda.
1. Disiplin
Pelatihan seni bela diri mengajarkan anak-anak untuk mengontrol diri dan konsentrasi. Ketika anak-anak dilatih untuk teknik khusus, pelatih menyarankan kepada mereka untuk tetap fokus pada penguasaan teknik yang tepat. Disiplin adalah melakukan apa yang harus Anda lakukan walaupun Anda tidak ingin melakukannya. Meskipun teknik baru mungkin sulit pada awalnya, keinginan untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi membuat mereka disiplin.
2. Menghargai diri sendiri
Menghargai diri sendiri adalah bentuk harga diri. Memiliki harga diri yang sebenarnya berarti percaya diri dan yakin pada kemampuan sendiri. Dengan seni bela diri, tantangan kecil yang berhasil mereka hadapi membuat keahlian mereka bertambah. Mereka berhasil mengatasi tantangan karena mereka mau berlatih keras.
3. Menghormati
Kebanyakan pelatihan seni bela diri mengajarkan untuk menghormati orang dari sisi usia, pangkat, keahlian, dan pengalaman. Peringkat yang lebih tinggi menunjukkan keahlian yang tinggi dan sekali mereka mencapai peringkat tertentu, mereka layak mengajarkan pengetahuan mereka kepada orang lain. Anak-anak Anda akan belajar bagaimana memperlakukan orang dengan hormat, bahkan di luar tempat latihan.
4. Menetapkan tujuan
Seni bela diri memiliki tujuan spesifik yang ketika mereka mencapai hal itu, mereka akan mencapai peringkat yang lebih tinggi. Peringkat sering dilambangkan dengan menggunakan sabuk berwarna.
Anak-anak Anda akan belajar untuk menghadapi tantangan baru dalam tiap tingkatan. Membagi semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan peringkat sedikit demi sedikit,  memungkinkan anak Anda belajar untuk memprioritaskan tujuan tertentu sebelum mereka dapat mencapai peringkat yang paling tinggi.
5. Latihan fisik
Pelatihan intensif merupakan program yang paling membantu untuk lebih meningkatkan kebugaran kardiovaskular anak Anda dan kekuatan otot.
6. Keseimbangan
Pelatihan seni bela diri dapat membantu mereka mengembangkan rasa keseimbangan dan juga memungkinkan mereka mempelajari teknik-teknik tentang bagaimana mencegah cedera.
7. Belajar kemampuan
Belajar keterampilan tertentu membutuhkan fokus yang sangat baik. Siswa akan belajar untuk berkonsentrasi di bawah tekanan. Menghafal istilah dan teknik sangat penting untuk melakukan gerakan dengan baik. Dengan pengulangan teknik tertentu, siswa dapat melaksanakan keterampilan dengan benar. 
 8. Memperoleh keterampilan berguna
Seni bela diri memberikan mereka pelajaran keterampilan yang berguna dan juga membuat fisik mereka lebih sehat. Jadi bukannya bermain game komputer dan menghabiskan waktu menonton TV, mereka berlatih keterampilan baru sebagai gantinya.
9. Menghilangkan stress
Dengan latihatn yang rutin, siswa dapat melepaskan energi negatifnya. Berkeringat adalah cara yang bagus untuk meredakan kemarahan, dan menjaga mereka tenang. Alih-alih menjadi impulsif, mereka akan lebih terpusat, dan tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi stres.
Beberapa seni bela diri memiliki teriakan khas. Berteriak dimaksudkan untuk meningkatkan fokus dan bernapas setiap kali teknik disampaikan. Hal ini juga dapat berfungsi sebagai cara untuk melepaskan ketegangan saraf dan energi.

Jumat, 21 Desember 2012

Mengajari Anak Kecerdasaan Emosional



Sebagai orang tua, kita semua ingin anak-anak kita berhasil baik di akademik dan emosional dalam hidup mereka. Sering kali orang tua dan guru menjadi begitu terfokus pada bidang akademik dan mereka mengabaikan kecerdasaan emosional. Daniel Goleman adalah seorang penulis terkenal, dia menulis sebuah buku berjudul  Emotional Intelligence: Why it Can Matter More than IQ. Dalam bukunya Goleman menuliskan apa arti dari kecerdasaan emosional dan bagaimana kita bisa mengajarkan anak-anak kita kecerdasan emosional sejak dini dalam kehidupan mereka. Dia juga menjelaskan mengapa kemampuan anak menangani emosi (EQ) yang baik dapat menjadi indikator yang lebih baik terhadap keberhasilan kecerdasan (IQ).
Artikel ini akan membahas ide-ide tentang bagaimana membantu meningkatkan kecerdasaan emosional anak-anak sehingga mereka dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk meraih kehidupan yang lebih baik.  Termasuk kebahagiaan dan kesuksesan dalam setiap aspek kehidupan mulai dari karir ,hubungan pribadi, kesehatan dan kesejahteraan. Kita dapat mengajarkann anak-anak kita bagaimana menjadi lebih cerdas secara emosional.
Kecerdasaan emosional terdiri dari lima karakteristik yaitu pertama kesadaran diri, kedua mengelola perasaan atau pengaturan diri, ketiga motivasi diri, keempat empati dan kelima kemampuan membina hubungan.
Yang pertama, kesadaran diri adalah mengetahui tentang diri sendiri dan mengetahui perasaan orang lain, mengetahui apa yang kita suka dan inginkan, dan menyelarakannya dengan kebutuhan orang lain. Orang yang cerdas tentang hal ini akan membuat keputusan yang lebih baik mengenai suatu keputusan yang mempengaruhi kehidupannya satu kali seumur hidup, misalnya keputusan dengan siapa mereka akan menikah atau pekerjaan apa yang akan mereka pilih. Hal ini membuat anak merasa dihargai, divalidasi, dipahami, meningkatkan harga diri dan penerimaan diri mereka.
Karakteristik kedua adalah mengelola perasaan. Ini melibatkan penanganan emosi seseorang, terutama kemarahan, kecemasan, dan frustrasi. Kedewasaan diri menjadi cara yang baik dan tepat untuk menangani emosi. Menerima perasaan anak-anak (ini tidak berarti menerima perilaku yang tidak pantas) sangat membantu anak-anak untuk belajar bagaimana cara menenangkan diri dan bersantai. Anak-anak perlu belajar bahwa emosi memiliki fungsi dan perlu dikelola secara efektif dan bagaimana cara bangkit kembali dari kegagalan dan masalah. Belajar mengelola perasaan dapat membantu meringankan perasaan stres berat dan meringankan penyakit yang berhubungan dengan stres.
Karakteristik ketiga adalah motivasi diri, hal ini sangat penting untuk keberhasilan hidup. Keberhasilan dalam hidup sulit dicapai tanpa motivasi dan ketekunan terutama ketika menghadapi kegagalan. Kemampuan memotivasi diri melibatkan pengendalian diri, tidak mudah merasa puas, tekun dan mampu mengendalikan impulsif.  Optimisme dan harapan dapat dicontohkan dengan cara  "Anda pasti bisa melakukannya" dan "Aku percaya padamu" adalah pesan penting bagi orangtua dan guru untuk menanamkan pada anak-anak.
Karakteristik keempat adalah empati, kemampuan untuk mengenali emosi orang lain dan menunjukkan kepedulian pada keaadan orang lain. Empati adalah kemampuan untuk merasakan keadaan orang lain baik secara verbal dan nonverbal dan merasakan apa yang sedang mereka rasakan. Kita perlu mendorong anak-anak untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengembangkan moralitas dan altruisme yang membantu tidak hanya dalam hubungan pribadi tetapi dalam menciptakan dunia yang lebih baik.
Karateristik kelima adalah kemampuan membina hubungan. Ini melibatkan kemampuan bersosialisasi, menambah teman, menjadi pemimpin, belajar untuk berkompromi, memecahkan masalah, dan menyelesaikan konflik. Anak-anak membutuhkan orang dewasa untuk mengajari dan mendorong mereka untuk bersikap tegas, menjadi komunikator yang terampil, kooperatif, membantu dan berbagi. Mereka membutuhkan pembinaan untuk dapat memberikan pujian, meminta maaf ketika salah, menghargai orang lain dan mengembangkan rasa humor.