Tani

Senin, 25 November 2013

Cara Mengajari Batita Meminta Maaf

Berikut 4 langkah sederhana cara membiasakan batita minta maaf:

1. Contoh langsung
Contohkan bagaimana seharusnya kata maaf diucapkan. Misal, orangtua tak sengaja menumpahkan susu anak, katakan, "Maaf ya, Sayang, Mama tidak sengaja menumpahkan susumu." Begitu juga dengan kesalahan lain yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan anak terbiasa melihat orang-orang terdekatnya mengucapkan maaf manakala melakukan kesalahan.

2. Tunjukkan penyesalan dengan bahasa tubuh
Lakukan kontak mata saat mengucapkan kata maaf, sehingga anak bisa merasakan penyesalan yang mengiringi permintaan maaf itu. Menggenggam tangan, memeluk erat, atau mencium juga akan dicontoh anak saat orangtua minta maaf dengan bahasa tubuh seperti itu. Namun sebagai catatan, tegaskan padanya bahwa pelukan dan ciuman penyesalan hanya boleh diberikan pada papa/mama/kakak/adik, sedangkan untuk teman/saudara/orang lain cukup dengan bersalaman. Bahasa tubuh juga efektif untuk batita yang komunikasi verbalnya belum lancar sehingga belum bisa mengucapkan kata maaf.

3. Dorong supaya bertanggung jawab
Selain mengucapkan maaf, minta anak untuk "bertanggung jawab" atas kesalahan yang dilakukannya. Umpama, ia menyenggol temannya sampai jatuh. Nah setelah minta maaf, jika temannya terluka, minta si kecil menyodorkan tisu/plester. Ini sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

4. Berikan apresiasi
Setelah anak mengucapkan kata maaf, berikan apresiasi dalam bentuk pujian, seperti, "Wah, pintar, kamu sudah bisa minta maaf." Hal tersebut sekaligus sebagai penguatan bahwa yang dilakukannya sudah benar dan perlu diulanginya lagi di lain kesempatan.

PESAN PENTING
Selain cara, orangtua juga harus mengajarkan kapan kata maaf itu diucapkan, yakni saat menyusahkan orang lain, mencelakai orang lain, melanggar janji, melakukan hal-hal yang sudah dilarang, melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain, dan sebagainya. Dengan begitu, yang ditekankan adalah pesan untuk tidak mengulangi kesalahan, bukan semata-mata minta maaf tanpa mengerti alasannya.

Apa jadinya kalau anak yang bersalah tidak dibiasakan meminta maaf?

* Anak tidak disukai dalam pergaulannya karena tidak biasa minta maaf setelah melakukan kesalahan. Ini akan berakibat pada perkembangan sosialnya. Apalagi kalau sikap masa bodoh ini terbawa sampai usia dewasa.
* Perkembangan emosinya tidak optimal karena dengan tidak mengakui kesalahan, ia tidak bisa menilai dirinya secara pas.

Minggu, 24 November 2013

Manfaat Makanan Selingan Bagi Balita

Anak pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan termasuk pertumbuhan sel otak sehingga dapat tumbuh optimal dan cerdas, untuk ini makanan perlu diperhatikan keseimbangan gizinya sejak janin melalui makanan ibu hamil. Pertum-buhan sel otak akan berhenti pada usia 3-4 tahun.

Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.

Pembentukan pola makan perlu diterapkan sesuai pola makan keluarga. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam hal ini harus mengetahui, mau, dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orangtua dan orang-orang di sekelilingnya dalam keluarga.

Makanan selingan tidak kalah pentingnya yang diberikan pada jam di antara makan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi makan karena anak susah makan. Namun, pemberian yang berlebihan pada makanan selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.

Jenis makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, piza, dan lain-lain

Fungsi makanan selingan adalah

1). Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.

2). Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang dan malam).

3). Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anak pada usia balita.

Jumat, 15 November 2013

Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman



Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda.
Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.
Bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, maka tanda-tanda kekurangan unsur hara terlihat sebagai berikut:

1. Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)
  • Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
  • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  • Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
  • Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil
  • Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas

2. Kekurangan unsur hara Fosfor (P)

  • Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
  • Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
  • Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang

3. Kekurangan unsur hara Kalium (K)
Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.

  • Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
  • Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
  • Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
  • Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
  • Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah

Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Daun
Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
b. Batang
Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
c. Akar
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.

4. Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca)

  • Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati
  • Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati
  • Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk
  • Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita

5. Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)

  • Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan
  • Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut
  • Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau toh ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali.


6. Kekurangan unsur hara Belerang (S)

  • Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya
  • Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan”Tea Yellow” atau”Yellow Disease”
  • Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil
  • Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah
  • Jumlah anakan terbatas.


7. Kekurangan unsur hara Besi (Fe)
Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya zat besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur.

  • Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati
  • Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih
  • Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan
  • Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk

8. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn)
Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman, yaitu:

  • Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih
  • Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang
  • Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi
  • Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau dan kedelai
  • Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah
  • Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).


9. Kekurangan unsur hara Tembaga/Cuprum(Cu)
Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) acapkali ditemukan pada tanah-tanah organik yang agak asam, tanda-tandanya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula
  • Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu, malah kadang-kadang klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati
  • Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga ini menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil dan berwarna coklat
  • Pada bagian buah, buah-buahan tanaman pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkan sejenis perekat (gum).

10. Kekurangan unsur hara Seng/Zincum (Zn)

  • Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua, yaitu:

          - Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya
          - Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun
          - Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian                     bawah menuju ke puncak

  • b. Pada padi sawah gejala terlihat 2 - 4 minggu setelah tanam, yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka
  • c. Pada tanaman jagung gejala terlihat 1 - 2 minggu setelah bibit muncul di permukaan tanah, daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan terus menguning sampai ke dasar daun, sedang tepi daun tetap hijau
  • d. Pada kacang tanah gejala terlihat setelah tanaman berumur 1 bulan, mula-mula jaringan di antara urat-urat dan nampak menguning dan akhirnya hanya pada urat-urat daun saja akan tetap hijau. Tanaman kerdil dan polong sedikit.

11. Kekurangan unsur hara Molibden (Mo)

  • Secara umum daun-daun mengalami perubahan, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo
  • Pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada tanaman sayuran. Daun keriput dan mengering.

12. Kekurangan unsur hara Borium (Bo)
Walaupun unsur hara Bo hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya, tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius.

  • Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya. Jaringan daun mati
  • Daun yang baru muncul tumbuh kerdil, kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat
  • Dapat menimbulkan penyakir fisiologis, khususnya pada tanaman sayuran, tembakau dan apel. Malah pada jagung bisa menimbulkan tongkol tanpa biji sama sekali
  • Pada umbi-umbian pertumbuhannya kerdil, terdapat bercak-bercak atau lubang berwarna hitam pada umbi
  • Pada tanaman bayam dan selada pucuk tanaman tumbuh tidak sempurna dan berwarna hitam
  • Tangkai daun seledri membentuk celah-celah dan garis-garis tak teratur berwarna coklat. Anak-anak daun seledri berbercak-bercak coklat.

13. Kekurangan unsur hara Klorida (Cl)

  • Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga
  • Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.


Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman

Menurut hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur (ada yang menyebutkan zat) agar pertumbuhannya normal. Dari ke-16 unsur tersebut, 3 unsur (karbon, hidrogen, dan oksigen) diperoleh dari udara, sedangkan 13 unsur lagi disediakan oleh tanah. Jadi tanah sebagai dapur bagi tanaman setidaknya harus tersedia 13 menu agar pertumbuhannya normal. Ke-13 unsur tersebut adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur atau belerang (S), klor (Cl), ferum atau besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau pembaga (Cu), zink atau seng (Zn), boron (B) dan molibdenum (Mo).
Mengenai faedah atau kegunaan unsur-unsur hara tersebut bagi tanaman adalah sbb:

1. Nitrogen
Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

2. Fosfor
Unsur fosfor (P) bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan
tanaman muda. Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu; membantu asimilasi dan pernapasan; serta mempercepat pembungaan, pemasalan biji, dan buah.

3. Kalium
Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

4. Kalsium
Bagi tanaman, Kalsium (Ca) bertugas untuk merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium yang terdapat pada batang dan daun ini berkhasiat untuk menetralisasikan senyawa atau suasana yang tidak menguntungkan pada tanah.

5. Magnesium
Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak, dan minyak-minyak, magnesiumlah biangnya. Magnesium (Mg) pun memegang peranan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Dengan demikian, kandungan fosfat dalam tanama dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium.

6. Belerang
Belerang (S) berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar. Sulfur ini merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein seperti asam amino. Unsur ini pun membantu pertumbuhan anakan. Selain itu, sulfur merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis, dan lain-lain.


7. Klor
Memperbaiki dan meninggikan hasil kering tanaman seperti tembakau, kapas, kentang, dan tamanam sayuran umumnya adalah peran dari klor (Cl). Unsur ini pun banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman.

8. Besi
Untuk pernapasan tanaman dan pembentukan hijau daun merupakan peran dari besi (Fe). Kehadirannya tidak boleh dianggap enteng. Sekali tidak ada, terutama pada tanah yang mengandung banyak kapur, tanaman akan langsung merana.

9. Mangan
Peran mangan (Mn) tak jauh beda dengan unsur besi. Selain sebagai komponen untuk memperlancar proses asimilasi, unsur ini pun merupakan komponen penting dalam berbagai enzim.

10. Tembaga
Fungsi tembaga (Cu) ini pun baru sedikit diketahui. Kehadirannya dapat mendorong terbentuknya hijau daun dan dapat menjadi bahan utama dalam berbagai enzim.

11. Boron
Boron (B) berfungsi mengangkut karbohidrat ke dalam tubuh tanaman dan mengisap unsur kalsium. Selain itu, boron berperan dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman penghasil biji, unsur ini pun berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan, yang paling nyata ialah perannya dalam menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.

12. Molibdenum
Sama halnya dengan tembaga, hingga kini diketahui masih sedikit peranan molibdenum (Mo) bagi tanaman. Unsur ini sangat berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran. Untuk tanaman pupuk hijau, molibdenum membantu mengikat nitrogen dari udara bebas. Ini disebabkan unsur ini merupakan bagian dari komponen penyusun enzim-enzim pada bakteri nodula akar tanaman pupuk hijau.

13. Seng
Seng (Zn) memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi membentuk hormon tumbuh.

Senin, 11 November 2013

Mendidik Anak Bermain Dalam Kerapian

Mainan berserakan, buku-buku berhamburan, belum lagi baju kotor ikut tercecer di mana-mana. Hmm, rasanya baru tadi pagi Anda membersihkan kamar sang buah hati, eh tahu-tahu kamar ini sudah kembali seperti kapal pecah.

Jika Anda sudah bosan menjadi 'mom cleaner', maka kini saatnya untuk bertindak mendisiplinkan buah hati agar ia menjadi lebih terorganisir.

Berbagai keuntungan pastinya bakal didapatkan jika Anda menerapkan disiplin pada anak sejak masa muda mereka. Yang pertama, Anda tidak perlu lagi capek-capek membersihkan kapal pecah tersebut. Kedua, ini juga melatih mental anak untuk lebih bertanggung jawab atas tiap tindakan mereka, maksudnya pastikan mereka tahu bahwa bila berani membongkar maka harus berani membereskan juga.

Yang perlu Anda ketahui sebelum mendisiplinkan adalah bahwa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat lebih dari yang mereka dengar. Jadi, jika ingin kamar atau bahkan seluruh rumah selalu terjaga kebersihan dan kerapiannya, maka berikan teladan, pelatihan, dan pengaturan yang nyata bagi mereka.

Taruh barang pada tempatnya. Hal ini sangat penting untuk mendidik agar mental anak lebih terorganisir dan rapi. Selain itu, bukankah bakal memudahkan Anda juga jika ingin mencari barang tertentu saat itu diperlukan?! Jika memungkinkan, minta bantuan putra-putri Anda untuk melabeli kotak-kotak atau lemari penyimpanan. Misalnya kotak ini untuk buku, satunya untuk mainan, dan lain-lain.

Beri batasan tempat bermain. Jika tidak ingin rumah Anda dipenuhi dengan mainan yang berserakan, maka Anda harus menerapkan prinsip yang satu ini. Untung-untung jika rumah Anda memiliki banyak kamar sehingga anak mempunyai kamar bermain sendiri, namun bila tidak, maka berikan space khusus bagi mereka untuk dapat bermain dengan leluasa. Namun, ingatkan mereka untuk tidak melanggar batas wilayah tersebut. Dengan lain kata, tegaskan bahwa Anda tidak ingin melihat ada mobil-mobilan di atas meja dapur.

Beri batasan waktu bermain. Selain ruang lingkup, anak juga harus memiliki jam main. Mereka tidak seharusnya dibiarkan bermain sepanjang waktu. Sebaiknya Anda mengijinkan mereka bermain setelah mereka menyelesaikan tiap tanggung jawab yang ada, misalnya selesai mengerjakan pr dan pekerjaan rumah lainnya. Dengan demikian jam bermain tersebut bisa dipakai sebagai reward bagi anak-anak. Pilihlah mainan yang edukatif agar tumbuh kembang anak lebih baik lagi.

Pilih hasil karya yang terbaik saja. Adalah hal yang sangat membesarkan hati jika anak melihat bahwa hasil karya mereka cukup layak untuk dipajang di salah satu sudut rumahnya.

Namun, tak semua karya mereka akan muat untuk dipajang. Jadi, saat akhir tahun ajaran tiba, maka duduklah dan diskusikan dengan mereka karya-karya mana yang bakal dipajang, dibukukan, dan dibuang.

Sabtu, 09 November 2013

Cara-Cara Sederhana Mendidik Anak Disiplin

Mendidik anak disiplin sangatlah penting untuk dilakukan oleh para orang tua. Dengan mendidiknya disiplin, hal itu berarti mempersiapkannya untuk terjun ke dunia luas yang cukup keras. Jika anak terbiasa dimanjakan dan sering berleha-leha, suatu saat dia akan mengalami shock saat harus berkecimpung di dunia sosial secara langsung.
Berikut akan diberikan tips-tips mengenai cara membuat putra-putri Anda disiplin dan mengatasi saat mereka melawan seperti dilansir dari situs WebMD.

Memberi hadiah setelah dia melakukan sesuatu yang baik
Jika dia tiba-tiba berinisiatif membersihkan halaman rumah Anda atau membereskan kamarnya sendiri, coba berikan pujian. Anda bisa melakukannya dengan mengatakan “Wah, sekarang halamannya jadi lebih bagus sayang, terima kasih”. Hal tersebut akan membuatnya merasa dihargai dan kemungkinan besar akan mengulanginya lagi hal positif tersebut. Memberikan pujian untuk kebaikan yang dia lakukan lebih efektif untuk mendidiknya daripada menghukumnya saat dia salah.

Buat aturan yang jelas
Dengan memberikan aturan yang jelas, Anda bisa langsung memperingatkannya jika dia melakukan kesalahan. Beda halnya jika Anda tidak membuat peraturan tersebut, anak Anda tidak tahu mengenai hal tersebut dan Anda juga tidak memiliki wewenang yang kuat untuk menyalahkan dan membuatnya disiplin karena dia memang tidak mengetahui hal itu.

Menghindari perdebatan
Jika putra atau putri Anda ingin membela dirinya saat Anda menyalahkannya, cobalah untuk membuat jawaban yang tidak membuatnya terpojok. Di sisi lain, cobalah bertindak dengan mempertimbangkan yang dia rasakan. Seandainya ia berteriak “ini nggak adil!”, coba katakan “ya, ibu mengerti”. Dengan begitu, Anda sebagai orang tua tidak akan terkesan ingin menang sendiri dan putra putri Anda akan merasa lebih dimengerti dan tidak mendebat lagi.

Tenangkan diri Anda ketika emosi
Saat anak Anda ingin melakukan sesuatu yang menurut Anda kurang tepat dan membuat Anda sedikit marah, coba pergi sebentar dan tenangkan diri Anda. Mungkin Anda bisa mengatakan “Sepertinya aku kurang setuju. Nanti akan ku beritahu kalau sudah ku pertimbangkan.” Setelah tenang, coba ajak dia bicara dan katakan pendapat Anda serta beritahu dia konsekuensi dari apa yang akan dia lakukan. Anda tidak perlu marah, cukup jadikan hal itu permasalahan yang harus dihadapi anak Anda.

Tetap konsisten dengan peraturan yang Anda buat
Melihat putra-putri Anda senang tentu saja juga membuat Anda bahagia. Namun, jangan sampai hal ini membuat peraturan yang Anda buat mengendur. Jika dia bermain Play Station melebihi waktu yang ditentukan, jangan ragu untuk membuatnya disiplin. Mereka belum benar-benar bisa menghandle dan mengatur kegiatannya, dan Anda yang lebih mengetahui tentang hal itu.

Disiplinkan diri Anda
Satu cara yang paling mudah dilakukan untuk belajar adalah meniru. Orang tua adalah yang paling sering mereka temui dan amati setiap harinya, itulah mengapa perilaku anak tidak pernah jauh dari orang tuanya. Maka dari itu, coba berikan contoh yang baik, buat diri Anda disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan putra-putri Anda.
Dengan mendidik anak untuk disiplin, akan membiasakannya untuk hidup dengan bekerja keras. Hal tersebutlah yang akan mereka hadapi nanti. Jangan buai mereka dengan kemudahan-kemudahan karena hal itu hanya akan membuat mereka cengeng dan tidak tangguh.

Kamis, 24 Oktober 2013

Teknologi Terapan Pembuatan Bokashi Pola HCS



Saat ini telah hadir teknologi terapan untuk bidang pertanian yang sangat fenomenal yaitu pola pertanian dengan pemakaian pupuk organik dengan pola HCS, yakni dengan tenologi ini pupuk organik yang dihasilkan adalah pupuk organik yang nyaris sempurna, sudah banyak petani yang berhasil mendapatkan hasil panen yang melimpah dengan menggunakan teknologi ini.

Pembuatannyapun cukup mudah, dan siapapun bisa melakukannya, untuk bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Feses/kotoran hewan, baik ayam, kambing dan sapi
  2. Sekam padi, bisa diganti dengan serbuk gergaji kayu 
  3. Dedak Padi halus
  4. kapur/dolomit
  5. SOT
  6. Gula pasir
  7. Jika feses/kotoran sapi belum mengenal HCS, perlu difermentasi dulu dengan dengan Phefoc
  8. air secukupnya
Semua bahan dicampur menjadi satu, dengan komposisi sebagai berikut:

Untuk membuat 1 ton Bokashi
  1. Feses 800 kg
  2. Sekam Padi/serbuk gergaji 150 kg
  3. Dedak padi halus 50 kg
  4. Kapus/dolomit 50 kg
  5. SOT 4 botol
  6. Gula pasir 0,25 kg
  7. Air 30%, rendemen yang dibutuhkan 30% (jawa: mamel)


cara membuatnya:
1. Feses, sekam padi, dedak, dolomit dicampur/diaduk rata
2. larutkan gula pada ir secukupnya
3. campurkan SOT dalam air secukupnya lalu masukkan larutan gula, diamkan minimal 15 menit
4. Siram merata campuran no.1
5. Difermentasikan dengan cara metutup rapat dengan terpal atau masukkan dalam tong plastik selama 3 X 24 jam

Jika Feses yang didapat dari ternak yang belum mengenal pola HCS, Campuran no. 1 siram merata dengan campuran Phefoc 2 botol dan fermentasikan selama 1 X 24 Jam.

Jika anda tidak ingin repot-repot membuat pupuk organik Bokashi pola HCS anda bisa memesan :

Kushaeri
Tanggul Kulon - Tanggul - Jember - Jatim
HP : 0853349565555

Melayani Pengiriman keluar kota ditambah ongkos pengiriman
Harga
 Ukuran sak 25 kg harga 25 ribu
- ukuran sak 50 kg harga 40 ribu
- pembelian di atas 20 sak 50 kg harga 750 ribu per 20 sak