Tani

Tampilkan postingan dengan label perkembangan bahasa anak usia dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan bahasa anak usia dini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Faktor Penyebab Gangguan Perkembangan Bahasa Anak


Bagi orangtua maupun pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini (paud)maupun taman kanak-kanak, pasti akan sangat senang jika anak mampu mengucapkan kata-kata dengan benar. Aspek dimana anak mulai mampu mengucapkan dan meniru kata-kata disebut aspek perkembangan bahasa. Dalam pertumbuhannya anak pasti akan mengalami perkembangan bahasa sesuai dengan karakter dan psikiologinya. Namun fakta menemukan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gangguan perkembangan bahasa. Untuk itulah pada artikel kali ini kita akan membahas gangguan apa saja yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak.

Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Beberapa anak juga ditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan. Hal lain dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh seperti lingkungan yang kurang mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian dua bahasa. Bila penyebabnya karena lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.

Terdapat tiga penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional.

Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang cukup sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara fungsional sering juga diistilahkan keterlambatan maturasi atau keterlambatan perkembangan bahasa. Keterlambatan bicara golongan ini disebabkan karena keterlambatan maturitas (kematangan) dari proses saraf pusat yang dibutuhkan untuk memproduksi kemampuan bicara pada anak. Gangguan seperti ini sering dialami oleh laki-laki dan sering terdapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan prognosisnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita dengan keterlambatan ini, kemampuan bicara saat masuk usia sekolah akan normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif. Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan dan gangguan psikologislainnya.

Senin, 21 Januari 2013

Tips Mendorong Perkembangan Bahasa Anak



Orang tua dan wali dapat menggunakan berbagai strategi untuk mendorong perkembangan bahasa anak-anak. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendorong perkembangan bahasa anak :
Berbicara dengan anak, bahkan sebelum anak dapat berbicara penting untuk orang dewasa dan anak-anak di sekitarnya untuk berbicara dengannya, misalnya dengan menjelaskan apa yang Anda lakukan bersama-sama ('Sudah waktunya untuk makan siang bersama, Adam?' ), atau apa yang terjadi (" Hari ini indah dan cerah di sini, Ibu akan segera datang ').Ingatlah untuk memberi jeda sehingga anak memiliki kesempatan untuk menanggapi.
Menggunakan ekspresi wajah untuk menyampaikan makna , anak mungkin tidak memahami kata-kata tetapi biasanya mereka akan mengerti artinya, jika mengunakan ekspresi yang jelas. Misalnya, jika seorang anak mengambil sebongkah tanah di kebun atau pekarangan rumah untuk dimakannya, Anda pasti akan menepisnya sambil mengatakan jangan dimakan itu kotor. Dia mungkin tidak tahu apa artinya kotor, tetapi jika pada saat yang sama, Anda juga mengernyitkan wajah Anda dan menjulurkan lidah untuk menunjukkan rasa menjijikan, anak akan memahami makna Anda dengan cukup jelas. Kebanyakan orang dewasa melakukan hal ini secara alami ketika berbicara kepada anak-anak.
Membaca dan bercerita, Anda dapat memberitahu kepada mereka secara lisan atau membaca buku-buku cerita untuk mereka. Selama menceritakan kisah Anda, mereka dapat meningkatkan imajinasi mereka dan mungkin menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu, mereka akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mengatakan sesuatu kepada orang lain di sekitar mereka. Mereka juga akan belajar tentang bagaimana untuk memulai sebuah cerita, bagaimana mengungkapkan perasaan mereka dan sebagainya.
Interaksi sosial, berinteraksi akan memberikan pengalaman dan kesempatan kepada anak untuk mendengar percakapan dan bertemu orang baru.
Menjadi penghubung, menggunakan bahasa yang lebih  jauh dari sekedar belajar kata – kata, anak juga perlu belajar berbagai macam keterampilan cara berbicara dan berkomunikasi, seperti memahami bagaimana percakapan itu bekerja. Ini dikenal sebagai keterampilan pragmatis.

Penanganan kesalahan,  Anak-anak membuat banyak kesalahan dalam bicara mereka. Mereka sering

menggunakan tata bahasa yang tidak benar dan mereka salah mengucapkan kata-kata mungkin karena mereka

mengalami kesulitan dalam membuat suara yang benar. Mereka mengganti kata yang sulit bagi mereka menjadi kata

yang  lebih mudah, contoh 'lu' misalnya untuk 'ru',  'la' untuk 'ra'. Kesulitan seperti ini biasanya diatasi sendiri oleh

anak pada saat usia 5 atau 6 tahun. Sangat penting untuk mengatasi kesalahan tersebut dengan cara

yang positif jika Anda ingin meningkatkan kepercayaan diri anak. Hindari koreksi langsung dari

kesalahan. Yakinkan anak bahwa Anda telah memahami apa yang sedang ia coba untuk memberitahu

Anda dan juga mengajarinya bagaimana mengatakan kata tersebut dengan benar.