Tani

Kamis, 26 Juni 2014

Cara Mengaktifkan Otak Kiri Dan Otak Kanan



Otak memiliki dua sisi, masing-masing sisi bertanggung jawab untuk kegiatan khusus yang di lakukan manusia. Otak kanan adalah sisi kreatif dari otak, sementara sebelah kiri adalah sisi logis dari otak. Penting untuk dapat mengaktifkan otak kanan untuk melakukan pekerjaan kreatif. Berikut cara untuk mengaktifkan otak kiri dan otak kanan:
Meditasi
Meditasi adalah praktek yang dapat mengaktifkan otak kanan, selain itu meditasi membantu mengembangkan intuisi, menjaga diri tenang tapi pada saat yang sama mengembangkan kemampuan untuk waspada ketika bahaya datang. Ada banyak panduan di internet tentang bagaimana cara melakukan meditasi. Meditasi mengharuskan kita untuk duduk diam tanpa bergerak dan mencoba untuk mengosongkan pikiran kita. Meditasi telah dipraktekkan selama berabad-abad. Meditasi sebagai salah satu kegiatan yang paling mendalam untuk mengaktifkan spiritualitas kita yang sebagian besar diatur oleh otak kanan.
Seni
Masukan selembar kertas dengan cara yang biasa anak gunakan lalu coba masukan lagi dengan arah yang berbeda, misal dari kanan ke kiri atau sebaliknya, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Belajar menggambar dan melukis adalah salah satu cara terbaik untuk mengaktifkan sisi kanan otak anak. Untuk pemula yang baru saja mulai untuk mengaktifkan otak kanan, cobalah untuk menyalin gambar sederhana, menggambar gambar seperti yang kita lihat tetapi digambar secara terbalik. Hanya mencoret-coret juga meningkatkan kreativitas anak.
Untuk meningkatkan kekuatan observasi anak, cobalah untuk melihat keadaan di luar rumah atau tempat umum selama satu menit, lalu cobalah untuk mengingat dan menuliskan semua hal yang telah di lihat oleh anak. Hal ini untuk meningkatkan kekuatan observasi anak, dengan praktek anak dapat mengembangkan memori fotografi.
Cobalah untuk mulai belajar musik, belajar memainkan alat musik, dan saat bermain instrumen mencoba untuk menyanyi. Mencoba berbagai bentuk seni, sambil bersenandung lagu cobalah untuk membuat lirik lagu. Cobalah menulis puisi, sajak atau bermain dengan kata-kata.
Gunakan bukan tangan dominan anak
Sambil melakukan kegiatan yang berbeda cobalah untuk menggunakan tangan yang bukan tangan dominan anak . Jika anak biasanya mengunakan tangan kanan sekarang coba untuk melakukan aktivitas dengan tangan kiri. cobalah menulis dengan tangan kiri, itu adalah salah satu cara yang sangat populer untuk mengaktifkan sisi kanan otak anak. Juggling dapat membantu anak mendapatkan koordinasi antara tangan dan mata, coba juggling dengan benda sehari-hari, ini membantu kedua sisi otak untuk bekerja sama lebih baik.
Memecahkan teka-teki
Memecahkan teka-teki secara teratur dapat mengaktifkan sisi kiri otak anak, berulang kali berlatih untuk memecahkan teka-teki seperti sudoku, teka-teki silang atau bahkan bermain catur mempertajam otak kiri, hal ini dapat membantu Anak lebih fokus saat bekerja nanti.
Otak kiri dapat membantu orang menjadi sistematis tentang pekerjaan mereka, biasanya mereka yang memiliki otak kiri dominan terorganisir, mereka harus mengerjakan pekerjaan yang sudah di rencanakan. Otak kiri yang berkembang dengan baik dapat membantu belajar bahasa dengan mudah.

Kamis, 19 Juni 2014

Mengajari Anak Mengenal Alam Melalui Berkebun



Banyak sekolah pendidikan anak usia diniyang yang mengajari anak-anak untuk bekerja dan bermain di kebun untuk mengenal alam. Anak-anak berpartisipasi dalam penanaman pohon, memetik gulma, penyiraman tanaman, dan belajar berbagai teknik pengomposan. Anak-anak belajar tentang alam saat berinteraksi dan bekerja di kebun.
Tujuan dari kegiatan berkebun untuk sekolah PAUD adalah untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan hubungan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya. Bekerja di kebun akan mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik, berkebun akan mengekspos mereka untuk melihat keajaiban alam, dan akan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain kreatif dan spontan.
Berkebun mendorong pengembangan kebiasaan dan sikap mencintai lingkungan seumur hidup yang dapat menyebabkan menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dengan menghabiskan waktu di taman, anak-anak akan mendapatkan pengalaman untuk belajar tentang dari mana makanan berasal dan belajar tentang siklus alam. Berkebun mendorong anak-anak untuk berhubungan dengan diri mereka sendiri dan lingkungan alam. Kegiatan berkebun memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman penuh dengan dunia di sekitar mereka, serta belajar tentang bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang dapat mempengaruhi mereka dan masa depan mereka.
Membangun taman merupakan cara yang ideal untuk anak-anak terlibat secara aktif  menanam sayuran dan bunga milik mereka sendiri. Diskusi tentang pentingnya konservasi air merupakan bagian alami dari proses ini. Hal ini penting bagi anak untuk belajar hal-hal tersebut dari muda sehingga mereka dapat menggunakan keterampilan ini saat mereka tumbuh dewasa. Anak-anak ini bisa menciptakan sesuatu dari nol dan belajar bagaimana rasanya membuat sesuatu untuk diri sendiri. Dan itu sangat menyenangkan ketika Anda dapat makan atau berbagi dengan orang lain.
Kegiatan pengomposan memungkinkan anak-anak untuk belajar tentang bagaimana makanan dan limbah tanaman dapat berubah menjadi sesuatu yang berguna, kotoran dapat digunakan kembali untuk memelihara bumi dan tanaman yang baru tumbuh. Mereka juga belajar tentang ilmu ekologi dan pengelolaan lingkungan melalui program ini. Anak-anak bisa belajar semua tentang siklus alam dan bagaimana daur ulang dapat menjadi hal terbaik untuk alam kita.
Guru dan orang tua menekankan pentingnya gerakan untuk perkembangan kognitif pada anak-anak. Kegiatan berkebun adalah aktifitas terbaik untuk perkembangan kognitif anak. Anak-anak bisa menjadi aktif di alam dan mereka membiarkan kreativitas dan energi mereka bebas karena mereka merencanakan sebuah taman yang indah. Gerakan kreatif adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilanfisik, energi, merangsang imajinasi dan meningkatkan kreativitas. Berkebun adalah skill yang sempurna untuk seorang anak memperoleh hidup yang aktif dan sehat.

Sabtu, 12 April 2014

Tips Mendidik Anak Agar Pintar di Sekolah

Memiliki anak yang pintar disekolah pasti idaman semua orang tua.Anak yang cerdas dan pintar disekolah bukan datang dengan serta merta, perlu pendekatan khusus dan waktu luang orang tua untuk mendampinginya belajar.Untuk itu, tentu saja orang tua harus rela berkorban untuk meluangkan waktu bagi anak.Jadi tak cukup hanya mendapat bimbingan guru disekolah/les saja, peran orang tua dirumah juga sangat penting bagi perkembangan belajarnya.

Berikut beberapa tips untuk mendidik anak agar pintar disekolah
1.Jangan dipaksa
Biarkan anak berkembang dan berikanlah ia waktu.Jangan suka memaksa atau memberi target kepada anak.Anda hanya bisa memberi dorongan untuk menjadi lebih baik.Berikan reward jika anak sukses dalam ujian misalnya, asalkan rewardnya yang positif dan menunjang mereka.Jangan pula menakuti, misalnya "Awas jika kamu tidak masuk sepuluh besar".Bentuk menakuti anak seperti itu bukannya akan mendorong anak menjadi pintar, justru ia akan menjadi was-was dan kesulitan memecahkan soal saat ujian.

2.jangan ajari mencontek
Jika anak bertanya langsung apa jawaban suatu soal PR, jangan serta merta diberi tahu jawabannya secara langsung.Berikan ia minat belajar dengan cara menyuruhnya kembali untuk membaca materi pelajarannya.Jika itu soal hitung-hitungan,berikan cara yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal dengan contoh soal yang lain.Langsung memberitahu jawabanya sama artinya mengajari anak untuk mencontek, sehingga ia sulit akan berkembang.

3.Ajarkan hal hal baru
Jika anak anda pulang sekolah membawa hal hal baru, maka anda sebagai orang tua harus bisa mengajarkan tentang hal baru tersebut.Untuk itu orang tua juga harus rela mencari pengetahuan yang benar untuk kemudian diajarkan kembali kepada anak.

4.Dampingi anak belajar
Mendampingi anak belajar bukan berarti ikut mengerjakan soal PR si anak.Anak usia dini hanya butuh arahan dan dorongan dari orang tuanya, seperti bagaimana cara menyelesaikan soal yang benar.Bantulah memecahkan masalah mengenai soal pelajaran mereka, jika memang anak betul-betul tak mampu menyelesaikannya.

5.Kenali kemampuan anak
Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda, ada yang lebih cepat memahami sesuatu dan ada juga yang lebih lambat.Untuk itu jangan suka membandingkan anak anda dengan anak lain, hal ini akan membangun sifat minder dan mudah menyerah.Kenali kemampuan anak anda, berikan dorongan sesuai kemampuannya daripada membandingkannya dengan si ini atau si itu.

6.Ingatkan
Biasanya anak menyukai sesuatu yang lebih menarik misalnya bermain game atau nonton televisi, sehingga seringkali lupa jika ada PR atau waktunya belajar.Jika waktunya belajar, ingatkan dia jika sudah waktunya belajar.Namun jangan membentak jika agak membandel, perlu kesabaran untuk membujuknya baik-baik.Suka membentak anak untuk memaksa nya berlajar bukanlah hal baik, sebab akan mempengaruhi suasana hatinya ketika belajar.Jika suasana hatinya tidak baik, walau mau belajarpun dia tidak akan bisa fokus dan konsentrasi.Ini berkaitan dengan cara mendidik kedisiplinan  anak.

7.Buat dia bisa konsentrasi
Ciptakan suasana yang kondusif dan tenang saat ia belajar.Jauhkan dari suasana yang gaduh dan matikan televisi.Orang tua harus rela melewatkan sinetron kesayangannya saat ia belajar, jika ingin anaknya pintar disekolah.

8.Buat ia nyaman dan menyukai belajar dengan anda sebagai orang tuanya
Beri ia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, dengan menumbuhkan motivasi.Misalnya jika anak mendapat nilai buruk, jangan serta merta anda memarahinya.Anak bisa bosan dan takut ketika ia akan belajar dirumah dengan anda.Kasih dukungan dan arahan agar anak bisa berkembang, dengan memberinya kesempatan untuk memperbaiki atau mempelajari kesalahannya.Jika anda suka kasar dalam mendidiknya, memarahinya bisa bahaya karena anak bisa kehilangan minat dalam pendidikannya.

dengan adanya tipe-tipe ini anda sbagai orangtua bisa mencobanya kepada anaknya.  agar anak anda menjadi pintar sesuai dengan keinginan anda.

Rabu, 12 Maret 2014

Pemotongan Indukan Jahe Untuk Merangsang Pertumbuhan Rimpang



indukan jahe yang dipotong
Budidaya jahe vertikultur yang di tanam pada media sak mengharapkan rimpang jahe bisa bertingkat-tingkat sampai seluruh sak dipenuhi dengan rimpang jahe. Berhasil tidaknya teknik ini ditentukan oleh beberapa hal, seperti: kesuburan tanah, kegemburan tanah, kualitas bokashi, tingkat kelembaban tanah dalam sak dan yang paling menentukan adalah bagaimana caranya supaya anakan rimpang jahe bisa berkembang dengan pesat.

Pada umur 3 - 4 bulan jahe sudah mulai  muncul anakan, nah pada saat itu adalah waktu yang
paling tepat untuk melakukan pemotongan indukan, pemotongan indukan dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan vegertatif ada jahe. Sehingga setelah dilakukan pemotongan indukan rimpang jahe akan tumbuh semakin cepat, dan karena ada tekanan dari bawah serta dari samping rimpang jahe akan cenderung naik ke atas, nah dari situlah proses vertikultur dimulai.

Pemotongan indukan jahe memerlukan kejelian tersendiri karena jika waktu pemotongan indukan jahe tidak tepat akan justru akan berakibat pertumbuhan vegetatif menjadi lambat atau bahkan berujung pada kematian tanaman jahe anda.  Begitu juga memilih indukan yang akan dipotong juga butuh kejelian anda.

indukan jahe yang dipotong


indukan jahe yang dipotong

Setelah indukan dipotong, terus ikuti perkembangannya, terutama bekas pemotongan karena rawan busuk dan jamur, untuk itu pisau yang digunakan untuk memotong disterilkan dulu. Setelah beberapa minggu rimpang jahe akan terlihat di permukaan, nah pada saat itulah anda harus menambahkan tanah (yang sudah dicamur bokashi) kirakira setinggi 10 cm.

Kamis, 20 Februari 2014

Perawatan dan Pengendalian Hama Penyakit Jahe

jahe umur 1 bulan
Dalam video-video budidaya jahe yang banyak beredar di youtube.com adalah budidaya jahe vertikultur yang tumbuh dengan subur dan mempunyai anakan yang banyak, itu semua tidak terlepas dari perawatan yang maksimal dari para petani yang betul-betul serius berbudidaya, bukan hanya sekedar ingin coba-coba.

Perawatan jahe dalam sak dimulai setelah bibit berumur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan mengocor atau menyemprot tanaman jahe dengan SOT dan Microba kultur dengan perbandingan 8 tutup SOT + 200 ml microba cultutre + 14 liter air. Penyemprotan yang baik dilakukan pada pagi hari antara jam 06.00 - 09.00 atau sore hari antara 16.00 - 15.00, sebelum penyemprotan dilakukan pastikan bahwa daun jahe tidak dalam keadaan basah karena air embun atau sisa air hujan, penyemprotan SOT + microba cultur diusahakan mengenai seluruh daun dan batang jahe.

Perawatan selanjutnya adalah 1 minggu setelah penyemprotan pertama dilakukan dengan perbandingan SOT + microba culture sama dengan di atas dan perlukannya sama persis dengan di atas, baru setelah seminggu berikutnya tanaman jahe perlu disemprot dengan peptisida, karena kita kali ini bertani secara organik tentunya peptisida yang dipakai juga dari bahan organik, dalam hal ini peptisida organik yang dipakai adalah Phefoc + Peptisida culture dengan perbandingan 8 tutup botol Phefoc + 200 ml peptisida culture + 14 air.

Pengendalian hama dan penyakit pada jahe yang ditanam secara masal mutlak diperlukan karena jika ada satu tanaman yang terindikasi terserang hama atau penyakit akan dengan mudah dan cepat menular ke tanaman lainnya. Sebelum hama dan penyakit menyerang tanaman jahe anda tindakan prevetif lebih disarankan yaitu dengan mangatur jarak tanam yang tidak begitu rapat.

Setelah penyemprotan peptisida organik maka kita akan terus merawat jahe kita dengan kembali akan menyemprotkan pupuk cair organik seperti di atas, Nah supaya mudah dipahami berikut ini langkah-langkah perawatan tanaman jahe vertikultur:
  1. 5 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
  2. 12 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
  3. 19 hst semprot/kocor dengan PHEFOC + peptisida culture + air
  4. 26 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
  5. 33 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
  6. 40 hst semprot/kocor dengan PHEFOC + peptisida culture + air
  7. begitu seterusnya sampai jahe umur 8 bulan 


* microba dan peptisida kultur hanya bisa di dapat dari mitra-mitra HCS, jika anda kesulitan mendapatkan mikroba dan peptisida culture bisa pesan pada kami dengan harga 35rb/liter

Berikut dibawah ini gambar contoh jahe dalam sak yang menggunakan bokashi dengan umur 1 bulan, 2,5 bulan dan 3 bulan

http://taniternakorganik.blogspot.com/2014/02/perawatan-dan-pengendalian-hama.html
Jahe dalam sak, yg didepan umur 1 bulan, belakang umur 2,5 bulan

http://taniternakorganik.blogspot.com/2014/02/perawatan-dan-pengendalian-hama.html
depan umur 1 bulan, belakang 2,5 bulan

http://taniternakorganik.blogspot.com/2014/02/perawatan-dan-pengendalian-hama.html
jahe dalam sak umur 2,5 bulan

http://taniternakorganik.blogspot.com/2014/02/perawatan-dan-pengendalian-hama.html
jahe dalam sak umur 3 bulan
Catatan
JIka anda bukan Mitra HCS

  • SOT bisa diganti dengan probiotik tanah merk lain seperti EM4 Pertanian atau Rotan Pembenah Tanah informasinya anda bisa di dapatkan di JKMP4
  • PHEFOC bisa diganti dengan pestisida nabati lainnya, misalnya roter, infonya di JKMP4
  • Microba Kultur bisa diganti dengan pupuk organik cair yang mengandung NPK
  • Pestisida Kultur bisa diganti dengan bahan pestisida organik lengkap lainnya

Persiapan Tanam Budidaya Jahe dalam Sak



Kali ini kami akan membahas teknik budidaya jahe dengan media tanam sak atau karung 25 kg, mengapa kami lebih memilih media sak, karena dari beberapa pengalaman beberapa petani jahe, penggunaan media sak lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal dibandingkan dengan menggunakan media gedek atau beton.

Setelah bibit jahe siap untuk ditanam pada media sak/karung, terlebih dahulu ada beberapa persiapan yang harus dilakukan baik mempersiap
alat maupun bahannya, untuk alat bisa anda gunakan alat yang sederhana seperti:
1. Cangkul
2. Sekop

Untuk bahan yang perlu disiapkan adalah:
Tanah 
Untuk tanah pilihlah tanah yang gembur yang mengandung humus yang tinggi, hindari tanah yang mengandung lempung tinggi, tanah yang bagus adalah tanah yang mengandung debu atau pasir yang tinggi. Sebelum tanah dimasukkan dalam sak hancurkan tanah terlebih duhulu dengan menggunakan pacul sehingga tidak ada gumpalan tanah sedikitpun.
Bokashi
Bokashi bisa anda buat sendiri (khusus mitra hcs pasnti sudah bisa) tetapi jika anda tidak memungkinkan untuk membuat sendiri, kami menyediakan bokhasi yang sudah kami kondisikan khusus budidaya jahe dalam sak. untuk lebih jelasnya anda baca disini
Media Tanam (SAK 25 Kg)
Seperti pembahasan di atas kali ini kita akan memakai media tanam sak 25 Kg. sebaiknya sak dipilih yang mempunyai ketebalan tertentu, untuk sak yang tebal anda bisa membeli sak bekas tepung tapioka atau beras yang tebal, karena sak ini nantinya akan kita digunakan sampai 10 - 12 bulan sehingga faktor daya tahannya perlu dipertimbangkan.
Pasir (Opsional)
Media pasir diperlukan jika tanah yang anda gunakan jenis tanah yang kandungan tanah liatnya tinggi, penggunaan pasir diperlukan untuk memberikan ruang sirkulasi udara dalam media tanam, dan juga memberikan ruang gerak rimpang untuk mengembangkan diri.
Bibit Jahe
Yang ini mutlak diperlukan, untuk persemaian bibi jahe telah kami bahas pada tulisan sebelumnya, jadi untuk teknik pembibitan jahe vertikultur bisa anda baca disini.

Teknik Penanaman Jahe Vertikultur Media Sak
Setelah alat dan bahan sudah disiapkan langkah pertama yang anda lakukan adalah:

Langah pertama, campurkan tanah + bokashi dengan perbandingan 3 : 1, tanah 3 bagian dicampur dengan bokhasi 1 bagian, jika anda menggunakan campuran media pasir, perbandingan tanah : pasir : bokashi = 2 : 1 : 1

http://taniternakorganik.blogspot.com/2014/02/persiapan-tanam-budidaya-jahe-dalam-sak.html
Jahe umur 2,5 bulan

Setelah tanah dan bokhasi dicampur, barulah sak disiapkan, masukkan tanah ke dalam sak dengan ketinggian tanah antara 25 s/d 30 cm barulah bibit jahe dimasukkan, dalam 1 sak diisi dengan 4 - 5 bibit jahe, yang perlu diperhatikan disini adalah, bibit yang sudah tinggi hanya dikumpulkan dengan yang tinggi juga, jika anda mencampur bibit jahe yang tinggi dengan yang pendek/kecil akan terjadi persaingan pengasupan unsur hara yang tidak seimbang, bibit jahe yang kecil tidak bisa berkembang secara maksimal karena akan kalah dalam bersaing untuk mencari unsur hara dengan bibit jahe yang sudah tinggi, dan setelah bibit dimasukkan barulah ditutup dengan tanah kembali setinggi 3 cm. Karena tanah yang dimasukkan hanya 25 cm berarti ada sisa sak, nah sisa itu digulung (dilinting: jawa) sampai rata dengan permukaan tanah di sak.



Jika anda menanam jahe dalam sak dalam jumlah besar berarti anda juga menata barisan sak dengan sedemikian rupa supaya tidak terlalu rapat sehingga sirkulasi udara bisa maksimal, sak ditata berjajar 4 kesamping dengan panjang maksimal 100m, sedangkan jaran antar kelompok antara 40 - 70 cm, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini...


Karena tanaman jahe tergolong tanaman yang tidak tahan terhadap terik matahari atau sinar matahari langsung, jika di atas tanaman jahe tidak ada pohon pelindungnya, berarti harus ditutup dengan paranet dengan konsntrasi 50% (jaring).




Selasa, 11 Februari 2014

Melatih Anak Puasa Ramadhan Sejak Dini

Melatih anak puasa, sebagai pendidikan kedisiplinan dan keagamaan di dalam lingkup keluarga. Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar baik dari perilaku maupun bimbingan orangtua. Anak merupakan penerus bagi kehidupan bangsa. Pendidikan akhlak dan karakter anak sebaiknya mulai distimulasi sejak dini oleh orangtua.

Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh keutamaan bagi umat Islam di dunia, bisa dijadikan moment yang tepat untuk pendidikan disiplin dan akhlak anak sejak dini. Kebetulan kita tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, sehingga bulan Ramadhan akan benar-benar terasa kekhusyu’an umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Dengan didukung oleh lingkungan masyarakat yang sedang gencar melakukan ibadah, orangtua bisa menerapkan pendidikan akhlak dan agama di dalam lingkup rumah. Menanamkan kesadaran anak puasa ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Mendisiplinkan anak puasa sejak dini bukanlah sebuah kekerasan

Ini merupakan pelajaran kedisiplinan tentang nilai-nilai keagamaan. Melatih anak puasa Ramadhan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan di dalam Islam sendiri telah disabdakan oleh Rasul-Nya: “Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak-anak yang belum baligh”. Selain itu dalam melatih anak puasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka. Telah jelas bahwa Islam sendiri tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. Jadi orangtua akan memberikan motivasi kepada anak-anak dalam cara mendisiplinkan mereka seperti halnya melatih dalam melatih anak puasa Ramadhan.
Mumpung juga sedang dalam bulan Ramadhan, dimana sekolah-sekolah akan mendukung keberadaan bulan penuh berkah ini, jadi anak-anak biasanya juga akan termotivasi dari Guru mereka di sekolah maupun dari teman bermain atau teman sekolahnya. Mereka akan dengan senang hati menjalankan ibadah puasa ini bersama-sama.

Apakah anak balita juga sudah perlu dilatih untuk berpuasa?

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita-pun juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya. Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja.
Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00,  Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00. Tentunya saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Setelah acara sarapan yang tertunda, ajak balita Anda untuk melanjutkan puasanya dengan memperbolehkannya makan lagi pada pukul 15.00, kemudian dilanjutkan lagi hingga magrib, dan melakukan buka bersama. Jika balita Anda masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, balita Anda mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar mereka. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang. Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu dhuhur dengan sebutan ‘puasa dhuhur’ hanya untuk memotivasi anak agar mampu melakukan yang terbaik yang mereka mampu.
Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas. Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai ‘ngabuburit’.
Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi pemalas. Puasa bukan untuk bermalas-malasan. ajarkan saja mereka untuk belajar mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid atau mushola untuk mengaji bersama. Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif.

Setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh sebaiknya batasi kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk ngabuburit.

Sumber : http://id.theasianparent.com/melatih-anak-puasa-ramadhan/