Disini saya akan membahas bagaimana menanam semangka yang baik dan benar. Bagi orang yang pertama kali menanam semangka paling umum kendalanya pohon tidak bisa besar atau buahnya kecil. Silahkan simak artikel berikut ini:
Semangka merupakan buah yang memiliki nama latin Citrullus lanatus, buah ini memiliki ciri rasa yang manis serta kandungan airnya yang sangat banyak, sehingga sangat nikmat di konsumsi di siang hari yang terik. Jika dilihat dari asal usul, buah ini berasal dari daerah Afrika bagian selatan dan masih termasuk ke dalam keluarga Cucurbitaceae atau tanaman yang bersifat menjalar seperti halnya melon, labu dan mentimun.
Dari segi bisnis permintaan terhadap buah ini masih cukup banyak karena memiliki berbagai macam manfaat baik untuk konsumsi, kesehatan, kecantikan dan berbagai manfaat lainnya. Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya Semangka, maka berikut kami tampilkan berbagai tips dan cara menanam semangka yang baik yang bisa Anda terapkan.
1. Syarat penunjang
Semangka merupakan buah yang bukan berasal dari daerah tropis, sehingga agar hasil budidaya dan menanam dapat memiliki hasil yang optimal kita perlu untuk mengetahui beberapa media dan faktor yang menjadi syarat penunjang dalam pertumbuhan Semangka. Faktor yang pertama adalah suhu, suhu ideal untuk penanaman semangka berkisar diangka ± 25 derajat Celcius.
Sementara curah hujan yang cocok rata-rata sekitar 40-50 mm/bulan, dengan intensitas penyinaran matahari merata selama satu hari penuh. Tanaman ini akan optimal hidup di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 100-300 mdpl, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa hidup di daerah yang memiliki ketinggian di bawah 100 mdpl seperti dataran rendah, atau di dataran tinggi yang memiliki ketinggian diatas 300 mdpl.
2. Tahap Persiapan
Ditahap ini Anda harus melakukan berbagai kegiatan dan menyiapkan berbagai bahan yang mencakup persiapan penanaman buah semangka. Persiapan yang pertama adalah lahan, Semangka bisa ditanam di lahan seperti kebun maupun bekas sawah, selama tanah itu memiliki pancaran sinar matahari dengan baik. Area lahan harus dibersihkan dahulu dari berbagai tanaman yang sebelumnya hidup di lahan tersebut, selain itu batu dan material keras lainnya juga perlu dibersihkan untuk memperlancar pertumbuhan semangka.
Media lahan yang cocok untuk penanaman Semangka adalah tanah yang cukup gembur, memiliki kandungan bahan organik yang cukup serta tidak memiliki kandungan asam yang banyak. Tingkat keasaman tanah atau pH yang baik adalah ada diantara nilai 6 sampai dengan 6,7 pH. Jika kadar keasaman belum ideal bisa melakukan pengapuran dengan cara dan metode yang disarankan.
Setelah tanah untuk media tanam siap, maka langkah selanjutnya membuat bedengan. Bedengan berfungsi untuk membuang membuang air melalui drainase yang telah disediakan serta membuat area jarak antara satu tanaman dengan tanaman lainnya menjadi teratur. Pembuatan bedengan dibuat melintang di area lahan tanam semangka, bentuk bedengan adalah baris tanaman ganda, sementara jumlah bedengan tergantung dari kebutuhan bedengan dan media tanam.
Untuk ukuran bedengan memiliki lebar 7-8 meter serta tinggi bedengan setidaknya minimal sekitar 20 cm. Setelah bedengan berhasil dibuat langkah selanjutnya adalah pelubangan yang dilakukan sekitar satu minggu sebelum penanaman, jarak pelubangan pada area tanam adalah 20 sampai dengan 30 cm dari tepi bedengan.
Sementara jarak antar lubang yang akan digunakan sebagai media tanam adalah sekitar 80-100 cm atau menyesuaikan dengan ukuran bedengan. Agar tanah dalam media tanam memiliki kandungan air yang cukup maka tanah perlu disiram dan direndam hingga ¾ tinggi bedengan sampai air bisa meresap masuk secara merata.
3. Tahap penanaman dan perawatan
Setelah media tanam siap maka masukan bibit ke dalam lubang dengan hati-hati, ambil plastik bibit dengan perlahan, celah sisa memasukan bibit harus ditutup dengan tanah dan disiram dengan sedikit air agar tidak ada celah yang terbuka. Setelah bibit tertanam dalam jangka waktu 3-5 hari tanaman perlu untuk dipantau untuk menghindari adanya bibit yang tumbuh terlalu cepat atau bahkan mati, bibit yang mati segera diganti sementara bibit yang terlalu lebat agar dipotong daunnya yang tidak diperlukan.
Banyaknya daun yang tumbuh secara cepat akan menutupi sinar matahari yang akan menutup ke bibit lainnya. Lalu lakukan juga penyiangan, perempalan dan pembubuhan agar tumbuh kembang semangka menjadi maksimal. Memberi pupuk juga merupakan sebuah keharusan dalam perawatan, ada beberapa pupuk yang harus diberikan sesuai dengan tingkat umur bibit semangka.
– Pupuk pertama adalah pupuk daun yang di berikan saat tanaman berumur 7, 14, 21, 28 serta 35 hari terhitung dari setelah bibit ditanam.
– Pupuk yang kedua adalah Pupuk buah yang diberikan saat umur tanaman diberikan pada saat umur tanaman memiliki umur 45 dan 55 hari terhitung dari setelah bibit ditanam.
– Pupuk yang ketiga adalah ZA serta NPK yang diberikan pada saat tanaman berumur 21 hari.
Untuk pengairan tanaman semangka butuh 4 sampai dengan 6 hari sekali diairi melalui saluran diantara bedeng. Semangka adalah jenis tanaman yang tidak boleh telat diberi air karena jenis tanaman ini cukup menyerap air dengan banyak.
4. Gangguan dan Penanggulangan
Semangka memiliki berbagai macam gangguan baik dari serangga atau hewan pengganggu hingga kesehatan tanaman. Untuk gangguan dari serangga mudah ditanggulangi dengan cara obat-obatan pengusir hama pengganggu baik yang memiliki bahan organik maupun non organik selama itu tidak merusak tanaman.
Sama halnya dengan gangguan hama, gangguan kesehatan tanaman juga bisa diobati dengan obat-obatan. Sementara gangguan kesehatan tanaman yang tidak bisa ditanggulangi dengan obat karena belum ditemukan formulanya, seperti karat daun solusinya adalah dengan mencabut agar tidak menular terhadap tanaman lainnya.
5. Masa Panen
Umumnya semangka sudah dapat dipanen sejak umur 70-100 hari, namun waktu panen juga dipengaruhi berbagai faktor seperti cara perawatan, kondisi tanah/media tanam, kualitas bibit yang dipakai serta iklim yang mempengaruhi. Namun ciri yang umum semangka sudah bisa dipanen selain waktu 70-100 hari adalah buah yang sudah cukup besar dan menjelang matang, batang yang mulai mengecil serta terjadinya perubahan warna pada buah.
Waktu yang paling cocok untuk panen adalah saat cuaca cerah serta tidak berawan sehingga permukaan kulit semangka tetap kering dan bisa tahan lama saat disimpan maupun dibawa oleh pembeli. Untuk cara panen adalah dengan memotong buah dengan tangkainya, untuk proses panen tidak harus sekaligus dipanen namun bisa mendahulukan yang sudah layak panen dahulu.
Silahkan dicoba dikebun anda masing-masing.
Tani
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Februari 2016
Rabu, 16 Desember 2015
Budidaya Singkong Gajah Pola Organik
Singkong gajah masuk dalam keluarga umbi-umbian yang tentunya membutuhkan media/lahan yang subur dan gembur, untuk memberikan ruang pada umbi singkong agar bisa berkembang dengan baik, untuk itu diperlukan perencanaan yang matang sebelum anda menentukan pilihan budidaya singkong gajah, yang tentunya pembajakan media atau lahan sangat diperlukan dan juga pemberian bahan-bahan organik sebagai penggembur dan penyubur tanah....
Secara genitika Singkong Gajah merupakan komoditas atau jenis singkong yang ditemukan
oleh Prof Ristono. Karakter Singkong Gajah ini sangat istimewa : gen batang yang cepat membelah dalam proses terbentuknya akar sehingga pohon Singkong Gajah ini bisa cepat tumbuh dan sanggup menghasilkan jumlah buah / umbi yang banyak. Singkong Gajah ini juga mampu menghasilkan singkong yang enak, gurih. Dari beberapa pengelaman petani setiap batang singkong gajah mampu menghasilkan umbi sekitar 10-30 kg.
Singkong Gajah bisa di budidaya di dataran renda dan tinggi dan hampir seluruh daerah di Indonesia cocok untuk budidaya singkong gajah, beberapa syarat lingkungan agar singkong gajah bisa maksimal adalah sebagai berikut:
Nah kali ini kami akn berbagi teknik budidaya singkong gajah dengan pola organik, mengapa harus memilih pola organik, selain bisa meningkatkan hasil yang maksimal juga akan bisa menghasilkan singkong yang lebih sehat dan yang pasti rasanya beda dengan pola kimia.
Persiapan Bibit Singkong Gajah
Persiapan lahan singkong gajah pola organik
Secara teoritis singkong gajah memerlukan ruang gerak yang gembur, aerasi yang bagus, daya pegang akan air yang bagus serta adanya sehingga ada ruang yang cukup bagi akar serta adanya cadangan makanan/unsur hara organik yang banyak, dengan begitu tidak ada pilihan lain kecuali memasukkan pupuk kompos atau pupuk organik bokashi yang kualitasnya lebih bagus...
Perawatan Singkong Gajah Pola Organik
Cukup sederhana, tidak serumit merawat tanaman hias atau komoditas pertanian yang lain. Pemupukan, selain pupuk dasar yang diberikan pada masa pra tanam, sangat diperlukan juga adanya pemupukan susulan....
Secara genitika Singkong Gajah merupakan komoditas atau jenis singkong yang ditemukan
oleh Prof Ristono. Karakter Singkong Gajah ini sangat istimewa : gen batang yang cepat membelah dalam proses terbentuknya akar sehingga pohon Singkong Gajah ini bisa cepat tumbuh dan sanggup menghasilkan jumlah buah / umbi yang banyak. Singkong Gajah ini juga mampu menghasilkan singkong yang enak, gurih. Dari beberapa pengelaman petani setiap batang singkong gajah mampu menghasilkan umbi sekitar 10-30 kg.
Singkong Gajah bisa di budidaya di dataran renda dan tinggi dan hampir seluruh daerah di Indonesia cocok untuk budidaya singkong gajah, beberapa syarat lingkungan agar singkong gajah bisa maksimal adalah sebagai berikut:
- Sinar matahari harus full dari pagi sampai sore jangan sampai ada yang menghalanginya.
- Ketersediaan air yang mencukupi selama dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.
- Kondisi tanah gembur (pourositas, daya pegang air, lembut dan stabil).
- Ketersediaan bahan organik yang lengkap dan mencukupi.
- Kombinasi kelembaban dan angin yang pas sangat membantu proses transpirasi sehingga dapat menghasilkan proses fotosintesis dengan baik.
Nah kali ini kami akn berbagi teknik budidaya singkong gajah dengan pola organik, mengapa harus memilih pola organik, selain bisa meningkatkan hasil yang maksimal juga akan bisa menghasilkan singkong yang lebih sehat dan yang pasti rasanya beda dengan pola kimia.
Persiapan Bibit Singkong Gajah
- Jika anda akan membuat sendiri bibit dari pohon singkong gajah yang ditanam sebelumnya, pilihlah pohon singkong gajah yang sudah berumur 8 - 12 Bulan
- Pilihlah batang yang tidak ada goresan luka, dan yang masih segar artinya batang tidak kering
- Siapkan alat potong stek yang sudah steril, untuk mensterilakan alat potong bisa direndam ke dalam alkohol atau air mendidih
- Buang 30 cm dari pucuk dan buang 10 dari pangkal batang, ambil sisanya untuk dijadikan bibit pohon singkong gajah
- Pilihlah diamter stek yang berdiameter 3-4 cm
- Potong stek untuk bibit panjang 25 - 30 cm atau setidaknya ada 10 mata tunas
- Cacah bagian bawah stek ( usakahan jangan melintang)
- Rendam bibit singkong gajah ke dalam larutan pestisida nabati selama 5 menit
- lalu tiriskan biakan atau angin-anginkan selama 20 menit atau lebih
- Rendam bibit singkong gajah ke dalam larutan probiotik, zpt, pgmr (organik) yang sudah dilarutkan dalam air dengan ketinggian 2 cm selama 12 jam (untuk mendapatkan larutan ini bisa menghubungi penulis)
- Setelah 12 jam angkat dan langsung ditanam di lahan
Anda bisa saja mengabaikan beberapa langkah di atas tetapi tentunya akan berpengaruh pada hasil yang akan anda dapatkan...
Persiapan lahan singkong gajah pola organik
Secara teoritis singkong gajah memerlukan ruang gerak yang gembur, aerasi yang bagus, daya pegang akan air yang bagus serta adanya sehingga ada ruang yang cukup bagi akar serta adanya cadangan makanan/unsur hara organik yang banyak, dengan begitu tidak ada pilihan lain kecuali memasukkan pupuk kompos atau pupuk organik bokashi yang kualitasnya lebih bagus...
- Sebelum pembajakan ukur dulu PH tanah, jika PH kurang dari 6 berarti anda harus menaburkan dolomit atau kapur, kebanyakan dari petani mengabaikan hal ini, jika anda memaksakan dengan PH rendah, pertumbuhan tanaman tidak akan pernah maksimal walaupun pemupukan sudah sesuai dengan SOP, dan tentunya tanaman akan rentan di serang hama dan penyakit. PH yang cocok untuk singkong gajah adalah atara 6,5 - 7
- Lakukan pembajakan dengan kedalaman 30 cm atau lebih, jika pola tanam tidak menggunakan guludan taburkan terlebih dahulu pupuk organik bokashi, tetapi jika anda menggunakan sistem guludan tanam pupuk organik bokashi kedalam guludan. untuk pemupukan awal dibutuhan minimal 2 ton pupuk organik bokashi.
- Lakukan penyeterilan lahan dengan menyemprot lahan dengan pestisida nabati dan biarkan selama 3 hari.
- Tanam bibit singkong gajah, untuk jarak tanam bisa anda mengunakan 40 x 70 atau 50 X 50
- Semprot atau kocor sekitar bibit dengan probiotik (pembenah tanah)
Perawatan Singkong Gajah Pola Organik
Cukup sederhana, tidak serumit merawat tanaman hias atau komoditas pertanian yang lain. Pemupukan, selain pupuk dasar yang diberikan pada masa pra tanam, sangat diperlukan juga adanya pemupukan susulan....
- Setelah 30 HST lakukan pembunbunan awal setebal 2 cm, sambil membuang gulma. kocor dengan Pupuk Organik Cair (NPK 16:16:16) - Bisa pesan pada penulis
- Setelah 60 HST bersihkan gulma jika kondisi tidak ada hujan, airi secukupnya
- Setalah 30 HST sebar pupuk organik bokashi di sekitar batang lalu tutup dengan tanah, hal sekaligus pembunbunan
- Setelah 90 HST kocor dengan pupuk organik cair (NPK 16:16:16) lalu di bunbun setebal 2 cm
- Setelah 120 HST sebar pupuk organik bokashi di sekitar batang lalu tutup dengan tanah, hal ini sekaligus pembunbunan
- 150 HST kocor dengan pupuk organik cair (NPK 16:16:16) dan pembersihan gulma
- 180 HST kocor dengan pupuk organik cair (NPK 16:16:16) lalu di bunbun setebal 2 cm
- 210 kocor dengan pupuk organik cair (NPK 16:16:16)
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai PH tanah, apalagi di saat musim penghujan, banyak petani yang tidak memperhatikan nilai PH tanah hanya fokus pada pumupukan saja, padahal nilai PH justru yang harus mendapatkan perhatian lebih....
Panen bisa dilakukan setelah Singkong Gajah berumur 10 bulan atau lebih....
Dan semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua...
Minggu, 13 September 2015
Menyulap Raskin Jadi Beras Harum dan Punel
Kebutuhan akan nutrisi bagi keluarga sehari-hari di kota-kota kecil maupun di kota besar sangat tergantung pada pasar, dan bagi keluarga menengah ke bawah meraka akan memanfaatkan pasar tradisional karena tentunya lebih murah, seperti:
Beras
Tahu
Tahu
Berbagai ikan kering dan segar
Daging ayam atau sapi
Mei kering atau basah
Kolang-kaling atau bahan dawet lainnya
Kue kering dan basah
Bawang merah dan putih
Kerupuk mentah
Sayur mayur
Pertanyaannya...????
Apakah kita yakin makanan di atas bebas dari bahan kimia, seperti formalin, borax, pemutih, bahan pestisida, pemanis buatan, pewarna tekstil, dan bahan lainnya yang tidak "food grade" ...
Kemungkinan itu sangat besar karena disadari atau tidak di pasar ada kepentingan pembuat bahan makanan dan penjual, yang jelas mereka tidak mau merugi, jelasnya jika bahan makanan jual tertahan dan tidak laku dalam beberapa hari berarti harus menanggung kerugian...
Anda dan keluarga anda bahkan anak anda akan menjadi korban ulah mereka yang tidak bertanggung jawab, terus solusi bagaimana ???
Probiotik Tanaman
Ada beberapa produk probiotik untuk tanaman yang mengandung bakteri pengurai bahan kimia dan juga aman untuk dikonsumsi manusia. Nah langkah-langkah sebagai berikut:
Beras yang akan anda masak rendam dulu selama 15 menit dengan air yang sudah diberi probiotik, dengan dosis probitik 10 ml dicampur dengan air 5 liter untuk beras 1 kg. Setelah 15 menit cuci beras dengan air bersih 2 kali penyucian. Probiotik yang bagus akan mengurai residu kimia yang ada di beras. Setelah 15 menit beras diangkat dan dicuci dengan air bersih sampai bersih, maksimal pencucian 2 kali, Air sisa perendaman bisa anda gunakan juga sebagai air cucian sayur mayur yang akan dimasak.
Perlakuan ini bisa anda gunakan untuk beras yang berkualitas kurang bagus seperti beras raskin, nasi beras raskin biasanya berbau agak apek, jika anda perlakukan seperti di atas akan mendatangkan aroma dan rasa yang berbeda..
Untuk para petani yang selama ini menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia jika ingin produk hasil pertaniannya bisa aman dikonsumsi manusia, 3 hari sebelum panen semprotkan probiotik tanaman (ada yang menyebut dengan pembenah tanah, seperti em4, sot dan paling disarankan adalah Super Rotan-bisa dipesan dipenulis), ada sumber terpercaya pernah melakukan ini untuk kebutuhan buah eksport yang mensyaratkan buah harus terbebas dari bahan dan residu kimia...
Jika anda meragukan kualitas makanan dan sayuran yang beredar di pasar seperti yang saya sebut diatas atau kuatir tercampur bahan yang tidak layak dikonsumsi manusia bisa anda buat perlakuan seperti pada beras di atas.
Semoga bermanfaat, paling tidak bagi para saudara kita yang terbiasa mengkonsumsi beras raskin bisa menikmati beras dengan aroma harum dan punel...
Probotik tanaman yang dimaksud di atas bisa anda pesan melalui email: kushaeri@gmail.com atau sms ke 085334956555
Rabu, 09 September 2015
Budidaya Tomat Dalam Polybag Sistem Organik
Bagi masyarakat perkotaan yang ingin mengkonsumsi hasil budidaya tanaman sayar atau buah pilihan paling tepat adalah dengan menggunakan sistem tanam polybag, kali ini kami akan berbagi teknik budidaya terong dalam polybag secara organik, kenapa harus organik? karena kita akan memulai dari kita sendiri bagaimana sesungguhnya hidup sehat tanpa residu kimia, lebih jelasnya baca artikel efek samping saprotan kimia disini...
Alat yang perlu anda siapkan adalah:
1. Polybag diameter minimal 30 cm
2. Cangkul
3. Timba/keranjang
4. Alat kocor (bisa memakai timba)
5. Alat semprot (sprayer)
Bahan yang perlu disiapkan
1. Bibit atau benih tomat varietas unggulan
2. Pupuk organik bokashi
3. Pupuk organik cair yang mengandung unsur makro
4. Larutan pembenah tanah
5 Pestisida nabati/organik
Pembibitan Tomat
Bibit yang bagus adalah bibit yang berasal dari benih yang berkualitas unggulan, anda bisa mendapatkan di toko-toko pertanian, tetapi jika anda bisa memanfaatkan tomat yang sudah masak (tua) untuk dijadikan benih. Langkah pertama adalah mensterilkan benih tomat dengan merendamnya pada air panas (suhu sekitar 70 derajat celcius) selama 5 menit, lalu rendam lagi dengan larutan pestisida nabati/organik yang telah dicampur dengan air (dosis campuran dengan air ikuti petunjuk di label) selama 5 menit, lalu tiriskan sampi kering, setelah kering rendam lagi pada larutan pembenah tanah (biasanya pembenah tanah juga mengandung zpt, pgpr dan trichoderma) selama 10 menit, baru semaikan bibit.
Penyemaian Tomat
Penyemaian yang paling sederharna adalah langsung anda letakkan di polybag besar ukuran minimal 30 cm, sehingga anda tidak perlu memindah lagi, dengan sarat benih yang telah diperlakukan seperti di atas anda peram dulu sampai muncul bakal mata tunas. Anda juga bisa membuat bedengan persemaian dengan campuran tanah + pupuk organik bokashi (1:2) dengan luasan sesuai dengan kebutuhan, setelah tomat berdaun 3 - 5 bisa anda pindahkan ke polybag.
Persiapan media tanam Tomat
Campurkan tanah dengan pupuk organik bokashi dengan perbandingan 1:1 sesuai dengan kebutuhan lalu masukkan ke dalam polybag setinggi minimal 25 cm dari permukaan. Selanjutnya media tanam anda sterilkan dari hama dan penyakit dengan menyemprot atau kocor media dengan larutan pestisida nabati (dosis sesuai di labelnya), setalh disemprot lalu disiram dengan aie secukupnya, jangan terlalu basah, setelah 3 hari semprot atau kocor media tanam dengan larutan pembenah tanah (dosis sesuai dengan label) dan biarkan selama 3 hari. Setelah bibit siap masukkan/tanam bibit ke media tanam dengan pelan-pelan agar tidak merusak perakaran.
Perawatan Tomat di Polybag
Alat yang perlu anda siapkan adalah:
1. Polybag diameter minimal 30 cm
2. Cangkul
3. Timba/keranjang
4. Alat kocor (bisa memakai timba)
5. Alat semprot (sprayer)
Bahan yang perlu disiapkan
1. Bibit atau benih tomat varietas unggulan
2. Pupuk organik bokashi
3. Pupuk organik cair yang mengandung unsur makro
4. Larutan pembenah tanah
5 Pestisida nabati/organik
Pembibitan Tomat
Bibit yang bagus adalah bibit yang berasal dari benih yang berkualitas unggulan, anda bisa mendapatkan di toko-toko pertanian, tetapi jika anda bisa memanfaatkan tomat yang sudah masak (tua) untuk dijadikan benih. Langkah pertama adalah mensterilkan benih tomat dengan merendamnya pada air panas (suhu sekitar 70 derajat celcius) selama 5 menit, lalu rendam lagi dengan larutan pestisida nabati/organik yang telah dicampur dengan air (dosis campuran dengan air ikuti petunjuk di label) selama 5 menit, lalu tiriskan sampi kering, setelah kering rendam lagi pada larutan pembenah tanah (biasanya pembenah tanah juga mengandung zpt, pgpr dan trichoderma) selama 10 menit, baru semaikan bibit.
Penyemaian Tomat
Penyemaian yang paling sederharna adalah langsung anda letakkan di polybag besar ukuran minimal 30 cm, sehingga anda tidak perlu memindah lagi, dengan sarat benih yang telah diperlakukan seperti di atas anda peram dulu sampai muncul bakal mata tunas. Anda juga bisa membuat bedengan persemaian dengan campuran tanah + pupuk organik bokashi (1:2) dengan luasan sesuai dengan kebutuhan, setelah tomat berdaun 3 - 5 bisa anda pindahkan ke polybag.
Persiapan media tanam Tomat
Campurkan tanah dengan pupuk organik bokashi dengan perbandingan 1:1 sesuai dengan kebutuhan lalu masukkan ke dalam polybag setinggi minimal 25 cm dari permukaan. Selanjutnya media tanam anda sterilkan dari hama dan penyakit dengan menyemprot atau kocor media dengan larutan pestisida nabati (dosis sesuai di labelnya), setalh disemprot lalu disiram dengan aie secukupnya, jangan terlalu basah, setelah 3 hari semprot atau kocor media tanam dengan larutan pembenah tanah (dosis sesuai dengan label) dan biarkan selama 3 hari. Setelah bibit siap masukkan/tanam bibit ke media tanam dengan pelan-pelan agar tidak merusak perakaran.
Perawatan Tomat di Polybag
- Penyiraman pada tomat di polybag sebaiknya dilakukan secara rutin apalagi pada musim kemarau, penyiraman dilakukan setisp hari.
- Pemukuan pertama dilakukan setelah tomat berumur 7 HST (hari setelah tanam) dengan penggunakan pupuk cair organik yang mengandung unsur makro (N,P,K) dan pembenah tanah + air (komposisi dan dosis sesuaikan dengan label)
- 14 HST lakukan hal sama dengan nomer 2
- 21 HST walaupun tidak ada gejala tanaman tomat terserang hama dan penyakit sebaiknya semprot dengan pestisida nabati.
- 28 HST dan 7 berikutnya lakuakn hal sama dengan nomer 2
- Jika tomat tidak kuat menahan beban buah berikan anjir dari bambu atau kayu agar tidak roboh.
Senin, 24 Agustus 2015
Yuk Budidaya Tanaman Gandum
Gandum sangat memungkinkan untuk tumbuh di tanah Nusantara, dan pemasarannyapun tidak sulit karena gandum merupakan bahan utama industri mei dan roti, selama ini pemerintah Indonesia masih mengandalkan kuota impor untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut. karena tanaman ini belum populer kalangan petani sehingga masih sedikit petani yang berbudi daya gandum, walaupun pasar terbuka lebar.
Keuntungan Bertani Gandum
Budidaya gandum tidaklah sulit, ada beberapa
keunggulan bididaya gandum diantaranya satu, biaya yang dibutuhkan untuk proses pemupukan relatif lebih sedikit. Kemudian bertani gandum juga diketahui dapat memutuskan siklus hama tanaman kentang. Selanjutnya jika dilihat dari segi pemeliharaan, tanaman padi membutuhkan pemeliharaan yang lebih sensitif. Lalu, tanaman gandum juga lebih tahan terhadap hama burung karena pada gabahnya terdapat duri-duri. Dan yang terakhir yakni proses panen tanaman gandum lebih mudah.
Syarat Tumbuh Optimal Tanaman Gandum
IKLIM
Varietas yang ada dan pernah dikembangkan di Indonesia baru beberapa varietas di antaranya Nias, Timor, Selayar dan Dewata namun dari ke 4 varietas tersebut yang banyak di tanam oleh petani varietas Selayar dan Dewata.
KEBUTUHAN BENIH
Benih yang digunakan hendaknya benih bermutu, hal ini sangat penting disamping untuk menghasilkan produksi yang tinggi juga tahan terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Kebutuhan benih per hektar 100 kg atau sama dengan 1 kg/100 m² dengan sistim larikan jika ditanam dengan sistem tugal kebutuhan benih bisa kurang dari 100 kg/ha.
WAKTU TANAM
Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim kemarau dan di akhir musim penghujan, pada sebagian besar daerah di Pulau Jawa biasanya berada di antara bulan April Mei dimana di perkirakan curah hujan tidak terlalu tinggi. Namun demikian, ada beberapa daerah yang waktu tanamnya tidak pada bulan-bulan tersebut. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut mempunyai musim kemarau dan penghujan yang berbeda.
CARA BERTANAM
PENGAIRAN
Waktu pemupukan dapat dilakukan sebelum tanam atau pada saat tanam sebagai pupuk dasar. Pupuk pertama diberikan unsur P dan K serta sebagian unsur N. Dosis pupuk dapat ditentukan oleh jumlah hara yang tersedia didalam tanah. Biasanya pupuk organik bokashi 10 ton/ha, sedangkan kebutuhan pupuk 200 kg N/ha, P 150 kg/ha dan 70 kg K/ha. jika anda menggunakan POC tinggal konversikan kebutuhan kg dengan liter per hektarnya
Pemberian I : Sepertiga bagian bersama dengan pupuk P dan K dalam bentuk pupuk majemuk.
Pemberian II : Sepertiga bagian pada saat bertunas sekitar 25 30 hari setelah tanam.
Pemberian III : Sisanya pada saat pembentukan primordia bunga untuk mendorong pembentukan malai, butir gandum dan peningkatan protein.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan 2 3 kali tergantung banyaknya populasi gulma.
Penyiangan I : tanaman berumur 1 bulan
Penyiangan II : dilakukan 3 minggu dari penyiangan pertama
Penyiangan III : tergantung banyaknya dan tingginya populasi
gulma.Sumber : blogs.unpad.ac.id/olivia/gandum/
Keuntungan Bertani Gandum
Budidaya gandum tidaklah sulit, ada beberapa
keunggulan bididaya gandum diantaranya satu, biaya yang dibutuhkan untuk proses pemupukan relatif lebih sedikit. Kemudian bertani gandum juga diketahui dapat memutuskan siklus hama tanaman kentang. Selanjutnya jika dilihat dari segi pemeliharaan, tanaman padi membutuhkan pemeliharaan yang lebih sensitif. Lalu, tanaman gandum juga lebih tahan terhadap hama burung karena pada gabahnya terdapat duri-duri. Dan yang terakhir yakni proses panen tanaman gandum lebih mudah.
Syarat Tumbuh Optimal Tanaman Gandum
IKLIM
- Ketinggian diatas lahan yang sesuai 800 m dpl
- Suhu Optimum 20 25° C
- Curah hujan 600 825 mm/tahun
- Kelembapan ratarata 80 90%
- Intensitas penyinaran 9 12 jam/hari
- Jenis tanah adalah Andosol, Regosol kelabu, Latosol dan Aluvial
- pH tanah berkisar 6 7
- Syarat tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman gandum adalah : a). hara yang diperlukan cukup tersedia, b). tidak ada zat toksit, c). kelembaban mendekati kapasitas lapang, d). suhu tanah ratarata berkisar 15 28° C, e). aerasi tanah baik, f).tidak ada lapisan padat yang menghambat penetrasi akar gandum untuk menyusuri tanah.
- Lahan di taburi Bokashi sebanyak 10 ton/ha
- keesokan harinya tanah dibalik (bisa menggunakan cangkul/mesin bajak) sedalam 25 30 cm setelah tanah dibalik, dibiarkan/dianginanginkan selama 7 hari
- Penggemburan tanah dilakukan agar bongkahan tanah menjadi butiran yang lebih halus (jika mengunakan mesin bajak tidak perlu penggemburan)
- Sterilkan lahan dengan pestesida nabati
- Kemudian tanah dianginanginkan selama 7 hari agar terhindari dari unsur-unsur beracun yang kemungkinan ada di dalam tanah
- Setelah tanah diolah/digemburkan dibuat bedengan selebar 200 cm. Panjang bedengan menyesuaikan kondisi lahan
- Diantara bedengan dibuat selokan selebar 50 cm dan sedalam 25 cm
- Tanah dari galian selokan diambil dan ditaburkan diatas bedengan sehingga menambah tinggi bedengan
- Permukaan bedengan dihaluskan dan diratakan sehingga rata benar
- Pada setiap bedengan nantinya terdapat ± 8 barisan tanaman dengan jarak antar baris 25 cm.
Varietas yang ada dan pernah dikembangkan di Indonesia baru beberapa varietas di antaranya Nias, Timor, Selayar dan Dewata namun dari ke 4 varietas tersebut yang banyak di tanam oleh petani varietas Selayar dan Dewata.
KEBUTUHAN BENIH
Benih yang digunakan hendaknya benih bermutu, hal ini sangat penting disamping untuk menghasilkan produksi yang tinggi juga tahan terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Kebutuhan benih per hektar 100 kg atau sama dengan 1 kg/100 m² dengan sistim larikan jika ditanam dengan sistem tugal kebutuhan benih bisa kurang dari 100 kg/ha.
WAKTU TANAM
Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim kemarau dan di akhir musim penghujan, pada sebagian besar daerah di Pulau Jawa biasanya berada di antara bulan April Mei dimana di perkirakan curah hujan tidak terlalu tinggi. Namun demikian, ada beberapa daerah yang waktu tanamnya tidak pada bulan-bulan tersebut. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut mempunyai musim kemarau dan penghujan yang berbeda.
CARA BERTANAM
- Buat alur/larikan pada bedengan dengan jarak antara 25 cm.
- Benih yang akan ditanam, disterilkan dulu dari hama dan penyakit lalu rendam denganzpt, pgpr dan tricoderma
- Benih dimasukan dalam alur sedalam 3,5 cm dengan cara seretan.
PENGAIRAN
- Pada waktu setelah tanam yang diikuti pemupukan ke I lahan perlu diairi agar benih berkecambah dan dapat tumbuh dengan baik.
- Pada waktu tanaman berumur 30 HST (hari setelah tanam) yaitu pada waktu setelah penyiangan dan pemupukan ke II, tanaman perlu diairi agar dapat menyerap pupuk dengan baik.
- Waktu tanaman berumur 45 65 HST yakni pada waktu fase bunting sampai keluar malai, tanaman perlu diairi agar jumlah bunga dan biji yang dihasilkan banyak.
- Pada fase pengisian biji sampai masak (± 70 90 HST) tanaman perlu diairi agar tidak menurunkan berat biji yang dihasilkan.
Waktu pemupukan dapat dilakukan sebelum tanam atau pada saat tanam sebagai pupuk dasar. Pupuk pertama diberikan unsur P dan K serta sebagian unsur N. Dosis pupuk dapat ditentukan oleh jumlah hara yang tersedia didalam tanah. Biasanya pupuk organik bokashi 10 ton/ha, sedangkan kebutuhan pupuk 200 kg N/ha, P 150 kg/ha dan 70 kg K/ha. jika anda menggunakan POC tinggal konversikan kebutuhan kg dengan liter per hektarnya
Pemberian I : Sepertiga bagian bersama dengan pupuk P dan K dalam bentuk pupuk majemuk.
Pemberian II : Sepertiga bagian pada saat bertunas sekitar 25 30 hari setelah tanam.
Pemberian III : Sisanya pada saat pembentukan primordia bunga untuk mendorong pembentukan malai, butir gandum dan peningkatan protein.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan 2 3 kali tergantung banyaknya populasi gulma.
Penyiangan I : tanaman berumur 1 bulan
Penyiangan II : dilakukan 3 minggu dari penyiangan pertama
Penyiangan III : tergantung banyaknya dan tingginya populasi
gulma.Sumber : blogs.unpad.ac.id/olivia/gandum/
Kamis, 20 Agustus 2015
Budidaya Kurma Secara Organik Agar Berbuah Lebat
Budidaya pohon kurma secara organik? berbuahkan jika kurma di tanam di Indonesia? jawabannya ternyata bisa... saat ini banyak pemerhati pertanian yang sudah berhasil berbudi daya kurma dengan buah tidak kalah manisnya dari negeri asalnya, sebut saja CV. berkahpohonkurma yang telah lama menggeluti budidaya pohon kurma, anda bisa add akun facebook nya disini atau kunjungi blognya disini
Mempunyai pohon kurma dengan buah yang lebat mungkin hanya sebuah mimpi bagi petani Indonesia, tetapi mimpi itu telah terwujud khususnya teman-teman petani di daerah bogor jawa barat, nah bagaimana sesungguhnya budi daya pohon kurma agar bisa berbuah dengan baik, berikut kam sedikit berbagi :
Mempunyai pohon kurma dengan buah yang lebat mungkin hanya sebuah mimpi bagi petani Indonesia, tetapi mimpi itu telah terwujud khususnya teman-teman petani di daerah bogor jawa barat, nah bagaimana sesungguhnya budi daya pohon kurma agar bisa berbuah dengan baik, berikut kam sedikit berbagi :
- Syarat utama agar pohon kurma tumbuh dengan baik dan berbuah, usahakan intensitas sinar matahari 100% artinya dari pagi sampai sore sinar matahari masuk tanpa halangan...
- Pemilihan benih dan bibit yang tepat, jika anda kurang berpengalaman dalam memilih bibit anda bisa memesan bibit di penangkar bibit, namun kita bisa juga membuat bibit dari benih yang berkualitas, untuk mendapatkan benih anda bisa beli kurma di toko-toko kurma yang mempunyai kualitas bagus dan pilihlah kurma dari daerah turki (bisa ditanyakan ke penjualnya), ambil bijinya dan lakukan threatman benih, dengan merendam benih ke dalam air panas (suhu 70-80 derajat celsius) selama kurang lebih 15 menit, lalu angkat dan rendam ke dalam larutan zat perangsang tumbuh selama 30 menit, baru letakkan di persemaian,
- Persemain bisa menggunakan persemaian konvensional atau lebih baik menggunakan persemaian polybag untuk memudahkan pemindahan ke pot besar nantinya
- Siapkan media tanam yang terdiri dari 40% tanah, sekam/humus/abu sekam 30%, pupuk organik bokashi 30%
- Campur media tanam dengan rata lalu masukkan ke dalam pot besar minimal diameter 1 meter, setelah bibit pohon kurma setinggi 20-30 cm.
- Lakukan pemupukan secara rutin dengan menggunkan pupuk cair sesuai dengan masa perkembangannya, untuk masa vegetatif gunakan pupuk cair vegetatif begitu juga pada masa pembuahan.
Minggu, 03 Mei 2015
Bahaya Serius Pestisida Terhadap Tubuh Manusia
Pestisida dibuat untuk membunuh serangga dan hama pengganggu tanaman para petani, jika tanaman sedang berbuah dan dilakukan penyomprotan pestisida tentunya cairannya juga akan melekat pada buah atau sayur yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia, dan jika ini berlangsung terus menerus bisa berakibat adanya gangguan kesehatan pada manusia itu sendiri.
Berikut di bawah ini kami akan berbagi beberapa efek samping akibat penggunaan pestisida terhadap tubuh manusia...
Pestisida Menyebabkan Kemandulan
Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter
mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun).
Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anak
Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Cacat lahir seperti spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor, dan sindrom down bisa diakibatkan paparan pestisida. Untuk memperkecil resiko, ibu hamil harus selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Paparan pestisida selama 3 bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan resiko keguguran spontan pada ibu hamil. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga beresiko terkena leukimia dan kecerdasannya bisa terganggu.
Bila terpapar pestisida sejak kehamilan akan berpengaruh pada pembentukan janin dalam kandungan. Residu pestisida bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan tertentu selama perkembangan janin. Apalagi selama perkembangannya janin belum mampu mendetoksifikasi racun yang ada. Sementara otak dan sistem saraf sendiri masih terus berkembang hingga anak berusia 12 tahun.
Pada anak, paparan pestisida dapat menurunkan stamina tubuh serta perhatian dan konsentrasinya. Begitu pun memori dan koordinasi tangan mata yang terganggu, serta semakin besar kesulitan anak dalam membuat gambar garis sederhana.
Anak yang terpapar residu pestisida sejak balita, ketika usia SD kecerdasannya akan menurun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Meksiko terhadap anak yang mengkonsumsi anggur disemprot pestisida dan yang tidak disemprot pestisida, menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan.
Pengaruh Pestisida Terhadap Perubahan Hormon
Jangka panjang dari paparan pestisida secara terus menerus dalam waktu sekitar 20-30 tahun akan terjadi perubahan hormonal dan sistem reproduksi. Pada anak laki-laki diistilahkan dengan demasculinisation, yaitu hilangnya sifat-sifat maskulin. Sementara pada anak perempuan disitilahkan dengan defeminisasion. Jadi anak mengalami perubahan orientasi s3ksualnya.
Pestisida Menyebabkan Diabetes
Bertahun-tahun ilmuwan percaya ada hubungan antara diabetes dengan pestisida. Menurut jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care, orang yang mengalami kelebihan berat badan dan dalam tubuhnya terdapat pestisida golongan organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes. Untuk menghindarinya, konsumsi makanan organic dan hindari penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma.
Pestisida Menyebabkan Kanker
Pestisida cukup erat hubungannya dengan kanker. Lebih dari 260 pestisida berkaitan dengan beragam jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarcoma, jaringan lunak, otak, kanker hati, dan kanker paru-paru.
Pestisida Menyebabkan Autisme
Perpaduan antara gen dan polutan yang masuk ketika ibu hamil dipercaya para peneliti sebagai penyebab autisme. Kebanyakan insektisida membunuh hama dengan mengganggu fungsi saraf. Mekanisme yang sama terjadi pada janin yang terpapar insektisida. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Universitas Harvard menunjukkan urin yang mengandung pestisida berbahan aktif organofosfat pada anak-anak lebih mungkin mengalami ADHD dan hiperaktif dibanding urin pada anak-anak yang tidak tercemar pestisida.
Pestisida menyebabkan Obesitas
Kadang pestisida bertindak sebagai hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat. Menurut penelitian yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, lebih dari 50 jenis pestisida diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon, di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas.
Pestisida Menyebabkan Parkinson
Penyakit gangguan degeneratif sistem saraf pusat atau yang sering mengganggu penderita keterampilan motorik, pidato, dan fungsi-fungsi lainnya atau Parkinson sangat berhubungan dengan paparan pestisida. Penelitian yang dilakukan menunjukkan penyakit ini berkaitan erat dengan paparan insektisida dan herbisida dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan bertambah pengetahuan kita mengenal berbagai macam bahaya dari pestisida ini maka sudah sewajarnya kalau kita memang harus berhati-hati terhadap pengaruh negatif dari pestisida apalagi bila penggunaannya berlebihan.
Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Nurul Kodriati, M.Med Sc., mengatakan bahwa saat ini banyak petani menggunakan berbagai bahan kimia untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Tak cukup satu macam, kata Nurul, satu jenis buah atau sayuran bisa menggunakan 17 - 55 macam bahan kimia yang berbeda.
Menurut Nurul, buah yang paling banyak terpapar pestisida sehingga banyak residu yang menempel di kulitnya adalah apel, pir, serta anggur. Pada sayuran, jenis yang paling banyak terpapar pestisida adalah seledri, bayam, paprika, dan wortel.
Ambil contoh buah apel. Meski terlihat segar dan menggoda, kata Nurul,setidaknya ada tiga kandungan pestisida yang paling sering ditemui pada apel, yakni thiabendazole, diphenylamine, dan acetamiprid. Dampak bahan kimia tersebut bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis bahan kimianya dan seberapa banyak kita terpapar. Apa saja efeknya? Sedikitnya ada empat efek, yakni efek karsinogen (bisa menimbulkan kanker), hormone disruptor (mengganggu sistem hormonal), neurotoxin (mempengaruhi sistem saraf), dan mengganggu pertumbuhan serta fungsi reproduksi.
Berikut ini contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan
Maka untuk itu marilah kita berali ke pola pertanian yang lebih sehat dan hemat.....
Berikut di bawah ini kami akan berbagi beberapa efek samping akibat penggunaan pestisida terhadap tubuh manusia...
Pestisida Menyebabkan Kemandulan
Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter
mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun).
Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anak
Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Cacat lahir seperti spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor, dan sindrom down bisa diakibatkan paparan pestisida. Untuk memperkecil resiko, ibu hamil harus selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Paparan pestisida selama 3 bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan resiko keguguran spontan pada ibu hamil. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga beresiko terkena leukimia dan kecerdasannya bisa terganggu.
Bila terpapar pestisida sejak kehamilan akan berpengaruh pada pembentukan janin dalam kandungan. Residu pestisida bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan tertentu selama perkembangan janin. Apalagi selama perkembangannya janin belum mampu mendetoksifikasi racun yang ada. Sementara otak dan sistem saraf sendiri masih terus berkembang hingga anak berusia 12 tahun.
Pada anak, paparan pestisida dapat menurunkan stamina tubuh serta perhatian dan konsentrasinya. Begitu pun memori dan koordinasi tangan mata yang terganggu, serta semakin besar kesulitan anak dalam membuat gambar garis sederhana.
Anak yang terpapar residu pestisida sejak balita, ketika usia SD kecerdasannya akan menurun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Meksiko terhadap anak yang mengkonsumsi anggur disemprot pestisida dan yang tidak disemprot pestisida, menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan.
Pengaruh Pestisida Terhadap Perubahan Hormon
Jangka panjang dari paparan pestisida secara terus menerus dalam waktu sekitar 20-30 tahun akan terjadi perubahan hormonal dan sistem reproduksi. Pada anak laki-laki diistilahkan dengan demasculinisation, yaitu hilangnya sifat-sifat maskulin. Sementara pada anak perempuan disitilahkan dengan defeminisasion. Jadi anak mengalami perubahan orientasi s3ksualnya.
Pestisida Menyebabkan Diabetes
Bertahun-tahun ilmuwan percaya ada hubungan antara diabetes dengan pestisida. Menurut jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care, orang yang mengalami kelebihan berat badan dan dalam tubuhnya terdapat pestisida golongan organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes. Untuk menghindarinya, konsumsi makanan organic dan hindari penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma.
Pestisida Menyebabkan Kanker
Pestisida cukup erat hubungannya dengan kanker. Lebih dari 260 pestisida berkaitan dengan beragam jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarcoma, jaringan lunak, otak, kanker hati, dan kanker paru-paru.
Pestisida Menyebabkan Autisme
Perpaduan antara gen dan polutan yang masuk ketika ibu hamil dipercaya para peneliti sebagai penyebab autisme. Kebanyakan insektisida membunuh hama dengan mengganggu fungsi saraf. Mekanisme yang sama terjadi pada janin yang terpapar insektisida. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Universitas Harvard menunjukkan urin yang mengandung pestisida berbahan aktif organofosfat pada anak-anak lebih mungkin mengalami ADHD dan hiperaktif dibanding urin pada anak-anak yang tidak tercemar pestisida.
Pestisida menyebabkan Obesitas
Kadang pestisida bertindak sebagai hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat. Menurut penelitian yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, lebih dari 50 jenis pestisida diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon, di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas.
Pestisida Menyebabkan Parkinson
Penyakit gangguan degeneratif sistem saraf pusat atau yang sering mengganggu penderita keterampilan motorik, pidato, dan fungsi-fungsi lainnya atau Parkinson sangat berhubungan dengan paparan pestisida. Penelitian yang dilakukan menunjukkan penyakit ini berkaitan erat dengan paparan insektisida dan herbisida dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan bertambah pengetahuan kita mengenal berbagai macam bahaya dari pestisida ini maka sudah sewajarnya kalau kita memang harus berhati-hati terhadap pengaruh negatif dari pestisida apalagi bila penggunaannya berlebihan.
Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Nurul Kodriati, M.Med Sc., mengatakan bahwa saat ini banyak petani menggunakan berbagai bahan kimia untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Tak cukup satu macam, kata Nurul, satu jenis buah atau sayuran bisa menggunakan 17 - 55 macam bahan kimia yang berbeda.
Menurut Nurul, buah yang paling banyak terpapar pestisida sehingga banyak residu yang menempel di kulitnya adalah apel, pir, serta anggur. Pada sayuran, jenis yang paling banyak terpapar pestisida adalah seledri, bayam, paprika, dan wortel.
Ambil contoh buah apel. Meski terlihat segar dan menggoda, kata Nurul,setidaknya ada tiga kandungan pestisida yang paling sering ditemui pada apel, yakni thiabendazole, diphenylamine, dan acetamiprid. Dampak bahan kimia tersebut bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis bahan kimianya dan seberapa banyak kita terpapar. Apa saja efeknya? Sedikitnya ada empat efek, yakni efek karsinogen (bisa menimbulkan kanker), hormone disruptor (mengganggu sistem hormonal), neurotoxin (mempengaruhi sistem saraf), dan mengganggu pertumbuhan serta fungsi reproduksi.
Berikut ini contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan
- Asefat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi.
- Aldikard sangat beracun pada dosis rendah.
- BHC beresiko menyebabkan kanker, beracun pada alat reproduksi.
- Kaptan beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen.
- Karbiral beresiko menyebabkan mutasi gen, kerusakan ginjal.
- Klorobensilat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi.
- Klorotalonil beresiko menyebabkan kanker, keracunan alat reproduksi.
- Klorprofam beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, pengaruh kronis.
- Siheksatin beresiko menyebabkan Karsinogen.
- DDT beresiko menyebabkan Cacat lahir, pengaruh kronis.
Maka untuk itu marilah kita berali ke pola pertanian yang lebih sehat dan hemat.....
Budidaya Melon Secara Organik - Lengkap
![]() |
| ganbar ilustrasi melon |
Sudah banyak sekali referensi tentang bahaya peptisida terhadap tubuh manusia, untuk itu mari kita tinggalkan budaya bertani yang merugikan diri sendiri dan beralih ke pola bertani yang lebih sehat dan tentunya lebih murah...
Nah kali ini kita kan berbagi cara budidaya melon secara organik, tetapi sebelumnya mari kita sepakati dulu beberapa istilah berikut ini:
- Probiotik: adalah larutan pembenah tanah yang didalamnya terdapat beberapa bakteri yang menguntungkan bagi tanah, di pasaran yang paling sederhana adalah EM4 pertanian, SOT produksi HCS, Ajib/Rotan Produksi JKMP4.
- Pestisida Organik (PIH-O): adalah larutan peptisida yang terbuat dari bahan-bahan organik yang sama sekali tidak membahayakan bagi manusia, misalnya phefoc produksi HCS, ROMA produksi JKMP4
- POC-V : Larutan pupuk organik cair yang mengandung unsur hara makro seperti N, P dan K yang telah disesuaikan dosisnya untuk masa pertumbuhan
- POC-G: Larutan pupuk organik cair yang mengandung unsur hara makro seperti N, P dan K yang telah disesuaikan dosisnya untuk masa pembuahan
- BOKASHI: adalah pupuk organik padat yang dibuat dan diproses dengan sistem fermentasi.
PEMBENIHAN MELON ORGANIK
- Benih direndam kedalam larutan PIH-O + PGPR selama 15 menit. jika ada benih yang mengapung sebaiknya di buang saja karena benih tersebut kurang baik.
- Kemudian benih disemaikan pada polybag, yang telah diisi tanah dan bokashi yang dicampur dengan perbandingan 3:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Atau disemaikan pada tempat penyemaian khusus
- Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah. Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan media semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka.
- Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. Apabila daun sejati keluar, penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus, kering dan layu.
- Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk Probiotik + PGPR cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 3-5 cc/liter. Pupuk akar tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi.
- Pada masa pembibitan penyemprotan PIH-O dilakukan apabila dianggap perlu. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). Penyomprotan PIH-O ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan.
- Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari.
PENGOLAHAN LAHAN MELON ORGANIK
Pembajakan
Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi, struktur tanah biasanya sudah sangat gembur sehingga tidak memerlukan pembajakan. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm.
Pembentukan.Bedengan
Buat bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m; tinggi bedengan 30–50 cm; lebar bedengan 100–110 cm; dan lebar parit 55–65 cm.
Pengapuran
Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini :
a) < 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
b) 4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
c) 4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
d) 5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
e) 5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
f) 6,1 – 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha
Setelah proses pembuatan bedengan (panjang 15m) selesai taburkan Bokashi sebanyak 1 karung (ukuran karung 25kg untuk panjang bedengan 15 meter) untuk setiap bedengan selanjutnya semprotkan/kocorkan PIH-O, 1-3 hari kemudian kocorkan Probotik + Tricoderma secara merata keseluruh permukaan lahan. Kemudian campur/aduk tanah, setelah selesai tutup dengan mulsa dan biarkan selama 2 minggu jangan dulu dilubangi. Hal ini dilakukan supaya lahan sudah benar2 steril dan sehat untuk media tanam melon, juga kandungan unsur2 hara makro dan mikro siap diserap oleh tanaman.
Teknik Penanaman Melon Organik
Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm, dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat atau dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. Dengan jarak antar lubang 40-50 cm
Cara Penanaman
Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.
Perempalan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
Pemupukan
Hari ke 1 : semprot/kocor dengan Probiotik + PGPR + Tricoderma
Hari ke 7 : semprot/kocor dengan PIH-O
Hari ke 14 : semprot/kocor dengan POC V
Hari ke 21 : semprot/kocor dengan PIH-O
Hari ke 28 : semprot/kocor dengan POC V
Hari ke 35 : semprot/kocor dengan PIH-O
Hari ke 40 : semprot/kocor dengan POC G
Hari ke 47 : semprot/kocor dengan PIH-O
Hari ke 54 : semprot/kocor dengan POC G
Hari ke 60 : semprot/kocor dengan POC G
Pengairan dan Penyiraman
Pengairan
Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.
Penyiraman
Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya.
Pemangkasan
Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.
Jumat, 01 Mei 2015
Jika Jahe Anda Tidak Laku... Untuk Apa????
Belakangan ini sedang ramai-ramainya orang menanam jahe, forum-forum budidaya jahe setiap harinya selalu ramai pengunjung, mulai dari yang muda atau yang sekedar mengisi waktu pensiunnya, karena memang budidaya jahe menjanjikan keuntungan yang luar biasa, JIKA dilakukan dengan baik dan benar.....
Tetapi jika anda gagal berbudi daya jahe jangan cemas, karena jahe hasil panen anda masih bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga anda, itu jika anda menanam jahe sekedar untuk hobi, tetapi jika anda menanam jahe di atas 1000 polybag sebaiknya jangan coba-coba ya... tetapi serius....
Ok kali ini kita akn berbagi beberapa manfaat jahe untuk kesehatan tubuh anda...
Berikut beberapa manfaat jahe untuk kesehatan
Mencegah penyakit jantung
Jahe memilki kandungan aterosklerosis tang berfungsi untuk mencegah penyakit jantung. Layaknya seperti aspirin jahe mampu menjaga darah agar tidak membeku. Inilah kenapa jahe memberikan sensasi hangat dalam tubuh ketika kita mengkonsumsinya.
Selain itu jahe mampu menjaga sirkulasi darah. Hal ini sangat baik untuk mengatasi penghambatan darah di pembuluh darah oleh flak-flak yang terbentuk. Selain rutin mengkonsumsi jahe anda harus barengi hal ini dengan hidup berbudaya sehat. Karena tanpa hal ini pencegahan atau pengobatan penyakit jantung yang anda derita akan sulit untuk diatasi.
Mencegah kembung dan mabuk perjalanan
Dengan sensasi hangatnya tentu sangat baik untuk perut kita. Karena hangatnya ini akan menjaga perut untuk tetap stabil dan tidak merasakan mual ketika kita berada di goncangan-goncangan yang diakibatkan oleh goncangan kendaraan.
Selain itu jahe sangan cocok untuk ibu hamil yang selalu mengalami morning sickness karena biasanya ibu hamil cenderung mual dan jahe lah obat aman dan alami sebagai pertolongan pertama. Manfaat jahe lainnya juga Untuk menjaga kesehatan pencernaan dan iritasi usus sehingga perut jauh dari rasa kembung.
Pencegah peradangan
Peradangan bisa saja terjadi dimana saja di bagian tubuh kita. Dan ketika anda menggunakan obat untuk menyembuhkan peradangan mungkin anda akan melihat dalam komposisinya yakni mengandung gingerol. Nah hal inilah yang berfungsi untuk menghangatkn tubuh dengan aromanya yang menyengat dan anti inflamasi. Dan hebatnya itu terdapat dalam bumbu masak yang murah ini, jahe.
Arthritis dan osteoarthritis
Menurut hasil penelitian ekstrak jahe memiliki khasiat sebagai obat arthritis dan osteoarthritis. Dimana COX inilah penyebabnya dan jahe mempunyai penangkalnya untuk itu. COX merupakan zat bahan kimia yang diproduksi alami oleh tubuh yang dapat mengakibatkan peradangan. Dan biasanya obat yang dibuat untuk menangkal COX memiliki efek samping bagi tubuh.
Selain itu jahe sangat baik untuk mengobati pembengkakan yang diakibatkan oleh rheumatoid arthritis. Sehingga pergerakan sendi akan semakin lancar dan tidak terasa nyeri. Jahe sangat bagus digunakan karena tidak memiliki efek samping untuk tubuh. Hal ini sangat menguntungkan tentunya karena harganya yang bersahabat namun memiliki khasiat yang tidak memiliki efek samping.
Menurunkan Gula darah dan tekanan darah tinggi
Dengan harga yang murah serta membuatnya mudah untuk ditemukan, besar kemungkinannya jahe menjadi obat yang favorite untuk mengobati berbagai macam penyakit bila anda mengetahuinya.
Dan salah satu manfaat jahe dari sekian banyaknya manfaat jahe bagi tubuh adalah menurunkan gula darah dan tekanan darah tinggi. Hal ini karena jahe memiliki zat yang bertanggung jawab untuk mengontrol gula darah.
Tetapi jika anda gagal berbudi daya jahe jangan cemas, karena jahe hasil panen anda masih bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga anda, itu jika anda menanam jahe sekedar untuk hobi, tetapi jika anda menanam jahe di atas 1000 polybag sebaiknya jangan coba-coba ya... tetapi serius....
Ok kali ini kita akn berbagi beberapa manfaat jahe untuk kesehatan tubuh anda...
Berikut beberapa manfaat jahe untuk kesehatan
Mencegah penyakit jantung
Jahe memilki kandungan aterosklerosis tang berfungsi untuk mencegah penyakit jantung. Layaknya seperti aspirin jahe mampu menjaga darah agar tidak membeku. Inilah kenapa jahe memberikan sensasi hangat dalam tubuh ketika kita mengkonsumsinya.
Selain itu jahe mampu menjaga sirkulasi darah. Hal ini sangat baik untuk mengatasi penghambatan darah di pembuluh darah oleh flak-flak yang terbentuk. Selain rutin mengkonsumsi jahe anda harus barengi hal ini dengan hidup berbudaya sehat. Karena tanpa hal ini pencegahan atau pengobatan penyakit jantung yang anda derita akan sulit untuk diatasi.
Mencegah kembung dan mabuk perjalanan
Dengan sensasi hangatnya tentu sangat baik untuk perut kita. Karena hangatnya ini akan menjaga perut untuk tetap stabil dan tidak merasakan mual ketika kita berada di goncangan-goncangan yang diakibatkan oleh goncangan kendaraan.
Selain itu jahe sangan cocok untuk ibu hamil yang selalu mengalami morning sickness karena biasanya ibu hamil cenderung mual dan jahe lah obat aman dan alami sebagai pertolongan pertama. Manfaat jahe lainnya juga Untuk menjaga kesehatan pencernaan dan iritasi usus sehingga perut jauh dari rasa kembung.
Pencegah peradangan
Peradangan bisa saja terjadi dimana saja di bagian tubuh kita. Dan ketika anda menggunakan obat untuk menyembuhkan peradangan mungkin anda akan melihat dalam komposisinya yakni mengandung gingerol. Nah hal inilah yang berfungsi untuk menghangatkn tubuh dengan aromanya yang menyengat dan anti inflamasi. Dan hebatnya itu terdapat dalam bumbu masak yang murah ini, jahe.
Arthritis dan osteoarthritis
Menurut hasil penelitian ekstrak jahe memiliki khasiat sebagai obat arthritis dan osteoarthritis. Dimana COX inilah penyebabnya dan jahe mempunyai penangkalnya untuk itu. COX merupakan zat bahan kimia yang diproduksi alami oleh tubuh yang dapat mengakibatkan peradangan. Dan biasanya obat yang dibuat untuk menangkal COX memiliki efek samping bagi tubuh.
Selain itu jahe sangat baik untuk mengobati pembengkakan yang diakibatkan oleh rheumatoid arthritis. Sehingga pergerakan sendi akan semakin lancar dan tidak terasa nyeri. Jahe sangat bagus digunakan karena tidak memiliki efek samping untuk tubuh. Hal ini sangat menguntungkan tentunya karena harganya yang bersahabat namun memiliki khasiat yang tidak memiliki efek samping.
Menurunkan Gula darah dan tekanan darah tinggi
Dengan harga yang murah serta membuatnya mudah untuk ditemukan, besar kemungkinannya jahe menjadi obat yang favorite untuk mengobati berbagai macam penyakit bila anda mengetahuinya.
Dan salah satu manfaat jahe dari sekian banyaknya manfaat jahe bagi tubuh adalah menurunkan gula darah dan tekanan darah tinggi. Hal ini karena jahe memiliki zat yang bertanggung jawab untuk mengontrol gula darah.
Senin, 23 Februari 2015
SOP Budidaya Mentimun Secara Organik
Sekarang sudah saatnya untuk beralih pola hidup yang lebih sehat dengan beralih sumber makanan yang bebas dari bahan kimia, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi bahan sayuran yang lebih sehat yakni sayuran yang ditanam dengan pola organik. Nah saat ini kami akan berbagi SOP budidaya mentimun secara organik.
Persiapan Lahan :
Persiapan benih :
Penanaman :
Persiapan Lahan :
- Lakukan pembajakan tanah, bisa dilakukan dengan tenaga manusia, hewan atau mesin bajak dengan kedalaman sekitar 25-30 cm,
- Siapkan pupuk kandang atau lebih baik siapkan bokashi sebanyak 2-3 ton per ha, dolomite sebanyak 1 ton per ha. (dolomite bisa diganti dengan kapur halus)
- Sterilkan lahan dari hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida, insektisida dan fungisida berbasis organik
- Diamkan/biarkan selama 3 hari
- Buat bedengan / leleran dengan lebar 1 m dan tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30 cm.
- Campurkan beberapa bahan yaitu: probiotik 1 liter + Trichoderma 1 Liter + PGPR 1 liter + air 50 liter, lalu campuran tersebut kocor ke dalam bedengan dengan komposisi 1 liter untuk 1m2
- Lalu tutup dengan mulsa hitam perak dan biarkan selama 14 hari
- Lubangi mulsa dengan diameter 10 cm untuk penanaman benih dengan jarak 40 cm satu baris dan jarak antar baris 60 cm
Persiapan benih :
- Pilihlah benih yang bervarietas F1 / unggulan, bisa di dapatkan di toko-toko pertanian
- Lalu rendam benih dalam air hangat selama 3-5 menit, kemudian tiriskan
- Lalu rendam dengan larutan pestisida dan ungisida organik selama 1-3 menit, dengan perbandingan 1 : 15 liter air, kemudian tiriskan
- Buatlah larutan yang terdiri dari probiotik tanaman + PGPR / POC+MOL+ZPT + air dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1 : 50, selama 30 menit
- Peram benih selama 12-24 jam sampai keluar kecambah/tunas
Penanaman :
- Masukan benih yg sudah bertunas ke dalam lubang dalam bedengan dengan kedalaman 2-3 cm
- Setelah 5 hari tanam buat lenjer/turus dari bambu untuk mendapatkan buah yang baik, sebaiknya pasang satu lenjer bambu untuk setiap lubang tanam lalu ikatkan setiap empat lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tanaman untuk melilit atau memanjat pada bambu tersebut.
- 7 hari setelah tanam siram dengan Probiotik tanaman 1 liter + POC Vegetatif dosis 1 liter + air 150 liter
- 14 hari setelah tanam siram dengan Probiotik tanaman 1 liter + POC Vegetatif dosis 1 liter + air 150 liter
- 21 hari setelah tanam semprot rata dengan larutan pestisida, insektisida, fungisida organik dengan dosis 1 liter + 14 liter air
- 28, 35 hari setelah tanam perlakukan sama dengan 7 hari setelah tanam
- pada minggu berikutnya sama dengan perlakukan pada hari 21 hst
- begitu sterusnya
- Setelah tanaman mentimun pada masa berbunga ganti POC Vegetatif dengan POC Generatif
- Lakukan pemangkasan jika daun terlalu lebat
Daftar istilah
POC ; Pupuk Organik Cair
Minggu, 22 Februari 2015
Mengapa Harus Menggunakan Pupuk Organik
Pupuk anorganik atau lebih dikenal dengan sebutan pupuk kimia seperti Urea, ZA, SP36, KCL, NPK, Ponska dan lain-lain saat ini adalah pupuk andalan utama bagi masyarakt tani di Indonesia, untuk kepentingan jangka pendek pupuk kimia memang bisa diandalkan sebagai pemicu untuk meningkatkan produk hasil pertanian, namun jika digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama penggunaan pupuk kimia justru akan menjadi akan berakibat mengikis kesuburan tanah itu sendiri...
Dalam jangka pendek, pupuk kimia memang mampu
mempercepat masa tanam karena kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanah, namun di sisi lain dalam jangka panjang justru akan menimbulkan dampak yang negatif.
Menurut riset para ahli, pada umumnya tanaman tidak bisa menyerap 100% pupuk kimia. Selalu akan ada residua atau sisanya. Sisa-sisa pupuk kimia yang tertinggal di dalam tanah ini, bila telah terkena air akan mengikat tanah seperti lem/semen. Setelah kering, tanah akan lengket satu dengan lain (alias tidak gembur lagi), dan keras. Selain keras, tanah juga menjadi masam. Kondisi ini membuat organisme-organisme pembentuk unsur hara (organisme penyubur tanah) menjadi mati atau berkurang populasinya. Beberapa binatang yang menggemburkan tanah seperti cacing tidak mampu hidup di kawasan tersebut dan kehilangan unsur alamiahnya. Bila ini terjadi, maka tanah tidak bisa menyediakan makanan secara mandiri lagi, dan akhirnya menjadi sangat tergantung pada pupuk tambahan, khususnya pupuk kimia.
Penggunaan pupuk kimia juga berdampak pada lingkungan, penggunaan yang terlalu banyak akan mengakibatkan eutrofikasi. Pupuk mengandung zat seperti nitrat dan fosfat. Zat ini menjadi racun untuk kehidupan akuatik. Dengan demikian meningkatkan pertumbuhan yang berlebihan dari ganggang di air dan menurunkan kadar oksigen. Hal ini menyebabkan lingkungan yang beracun dan menyebabkan kematian fauna di perairan.
Pupuk kimia juga terdiri dari zat dan bahan kimia seperti metana, karbon dioksida, amonia, dan nitrogen. Hal ini pada saatnya akan menyebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca. Bahkan, nitrous oxide, yang merupakan produk sampingan dari nitrogen, adalah gas rumah kaca ketiga yang paling signifikan, setelah karbon dioksida dan metana.
Apabila ketergantungan pada pupuk kimia tidak terelakkan, maka tanah pertanian kita seperti masuk dalam lingkaran setan. Dipakai semakin banyak, tanah semakin rusak. Dan tanah yang semakin rusak akan membuat petani semakin bergantung pada pupuk kimia. Itulah yang terjadi pada hampir semua lahan pertanian di Indonesia, bahkan mungkin dunia.
Fakta-fakta ini mengkhawatirkan dan perlu diambil langkah serius sesegera mungkin untuk menghindari akibat yang lebih parah. Upaya peningkatan produksi pangan yang salah, dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bahan kimia, memberikan dampak negatif yang berlanjut pada pertaruhan nilai kesehatan manusia akibat residu kimia yang ditinggalkan. Dampak serius terhadap lingkungan menyebabkan penurunan kualitas produksi akibat kerusakan unsur hara tanah yang diikat oleh residu kimia dalam tanah.
Wajar jika kini ternyata petani semakin kehilangan kesuburan tanahnya. Di satu sisi kemampuan produktifitas tanah semakin menurun, di sisi lain untuk mempertahankan produktifitasnya coba digenjot dengan pemakaian pupuk yang semakin meningkat. Artinya, penghasilan petani semakin menurun akibat menurunnya produktifitas tanah seiring dengan meningkatnya biaya akibat meningkatnya kebutuhan pupuk.
Hal semacam ini tentunya nanti akan berdampak pada petani itu sendiri. Karenanya petani harus diberikan pemahaman tentang dampak atau efek dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Sebaliknya, jika para petani menggunakan pupuk alami, manfaat yang diperoleh cukup besar selain baik untuk tanaman juga akan baik bagi tanah dan lingkungan sekitar dan dapat diandalkan untuk jangka panjang. Pupuk organik bisa menjadi opsi pilihan petani untuk bisa meningkatkan produtifitas pertaniannya tetapi tetap berpijak pada unsur ramah lingkungan.
Dalam Permentan No.2 tahun 2006 tentang pupuk organik dan pembenah tanah, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Definisi tersebut telah dengan jelas telah menerangkan apa itu pupuk organik.
Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.
Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pupuk organik:
Dalam jangka pendek, pupuk kimia memang mampu
mempercepat masa tanam karena kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanah, namun di sisi lain dalam jangka panjang justru akan menimbulkan dampak yang negatif.
Menurut riset para ahli, pada umumnya tanaman tidak bisa menyerap 100% pupuk kimia. Selalu akan ada residua atau sisanya. Sisa-sisa pupuk kimia yang tertinggal di dalam tanah ini, bila telah terkena air akan mengikat tanah seperti lem/semen. Setelah kering, tanah akan lengket satu dengan lain (alias tidak gembur lagi), dan keras. Selain keras, tanah juga menjadi masam. Kondisi ini membuat organisme-organisme pembentuk unsur hara (organisme penyubur tanah) menjadi mati atau berkurang populasinya. Beberapa binatang yang menggemburkan tanah seperti cacing tidak mampu hidup di kawasan tersebut dan kehilangan unsur alamiahnya. Bila ini terjadi, maka tanah tidak bisa menyediakan makanan secara mandiri lagi, dan akhirnya menjadi sangat tergantung pada pupuk tambahan, khususnya pupuk kimia.
Penggunaan pupuk kimia juga berdampak pada lingkungan, penggunaan yang terlalu banyak akan mengakibatkan eutrofikasi. Pupuk mengandung zat seperti nitrat dan fosfat. Zat ini menjadi racun untuk kehidupan akuatik. Dengan demikian meningkatkan pertumbuhan yang berlebihan dari ganggang di air dan menurunkan kadar oksigen. Hal ini menyebabkan lingkungan yang beracun dan menyebabkan kematian fauna di perairan.
Pupuk kimia juga terdiri dari zat dan bahan kimia seperti metana, karbon dioksida, amonia, dan nitrogen. Hal ini pada saatnya akan menyebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca. Bahkan, nitrous oxide, yang merupakan produk sampingan dari nitrogen, adalah gas rumah kaca ketiga yang paling signifikan, setelah karbon dioksida dan metana.
Apabila ketergantungan pada pupuk kimia tidak terelakkan, maka tanah pertanian kita seperti masuk dalam lingkaran setan. Dipakai semakin banyak, tanah semakin rusak. Dan tanah yang semakin rusak akan membuat petani semakin bergantung pada pupuk kimia. Itulah yang terjadi pada hampir semua lahan pertanian di Indonesia, bahkan mungkin dunia.
Fakta-fakta ini mengkhawatirkan dan perlu diambil langkah serius sesegera mungkin untuk menghindari akibat yang lebih parah. Upaya peningkatan produksi pangan yang salah, dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bahan kimia, memberikan dampak negatif yang berlanjut pada pertaruhan nilai kesehatan manusia akibat residu kimia yang ditinggalkan. Dampak serius terhadap lingkungan menyebabkan penurunan kualitas produksi akibat kerusakan unsur hara tanah yang diikat oleh residu kimia dalam tanah.
Wajar jika kini ternyata petani semakin kehilangan kesuburan tanahnya. Di satu sisi kemampuan produktifitas tanah semakin menurun, di sisi lain untuk mempertahankan produktifitasnya coba digenjot dengan pemakaian pupuk yang semakin meningkat. Artinya, penghasilan petani semakin menurun akibat menurunnya produktifitas tanah seiring dengan meningkatnya biaya akibat meningkatnya kebutuhan pupuk.
Hal semacam ini tentunya nanti akan berdampak pada petani itu sendiri. Karenanya petani harus diberikan pemahaman tentang dampak atau efek dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Sebaliknya, jika para petani menggunakan pupuk alami, manfaat yang diperoleh cukup besar selain baik untuk tanaman juga akan baik bagi tanah dan lingkungan sekitar dan dapat diandalkan untuk jangka panjang. Pupuk organik bisa menjadi opsi pilihan petani untuk bisa meningkatkan produtifitas pertaniannya tetapi tetap berpijak pada unsur ramah lingkungan.
Dalam Permentan No.2 tahun 2006 tentang pupuk organik dan pembenah tanah, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Definisi tersebut telah dengan jelas telah menerangkan apa itu pupuk organik.
Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.
Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pupuk organik:
- Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
- Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
- Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
- Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
- Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman, sehingga tanaman terhindar dari kekeringan.
- Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
- Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
- Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
- Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
- Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
- Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
- Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.
Sabtu, 21 Februari 2015
Sekelumit Sejarah Pemupukan Indonesia
Aktifitas pertanian tidak lepas dari kegiatan pemupukan, dengan pemupukan petani berharap mampu meningkatkan hasil pertaniannya semakin tinggi, sejarah pertanian Indonesia mencatat bahwa penggunaan pupuk anorganik (disebut: pupuk kimia) mulai digunakan oleh para petani di Indonesia sejak tahun 1980-an, pada waktu itu pemerintah mencanangkan penanaman padi dengan menggunakan pupuk kimia dan bibit unggul import.
Pada masa permulaan penggunaan pupuk kimia Indonesia tercatat pernah menjadi negara swasembada pangan, tetapi lambat laun hasil
produksi pertanian semakin menurun, petani mulai kelabakan karena tingkat kesuburan tanahnya semakin merosot, hal ini akibat dari penggunaan pupuk kimia secara teur menerus tanpa diimbangi dengan penggunann bahan organik sebagai penetralisir proses kimia tanah.
Pada era tahun 1990-an para penggiat pertanian mulai melakukan penyadaran kepada masyarakat tani yang sudah mulai ada ketergantungan pada pupuk kimia, dimulai dengan penggunaan pupuk organik yang dikenal dengan kompos, tetapi sebagian besar petani kurang tertarik karena dianggap kurang praktis, dari segi proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 bulanan ini adalah faktor kendala utama bagi petani.
Baru setelah tahun 2000-an beberapa peneliti pertanian mulai melirik penggunaan bakteri yang menguntungkan sebagai pengurai sehingga pembuatan pupuk organik tidak memerlukan waktu cukup lama, hanya membutuhkan sekitar 1 - 2 minggu pupuk organik sudah siap digunakan, pupuk organik ini biasa disebut dengan pupuk bokashi. untuk lebih jelasnya tentang pupuk bokashi bisa di baca disini
Pada masa permulaan penggunaan pupuk kimia Indonesia tercatat pernah menjadi negara swasembada pangan, tetapi lambat laun hasil
produksi pertanian semakin menurun, petani mulai kelabakan karena tingkat kesuburan tanahnya semakin merosot, hal ini akibat dari penggunaan pupuk kimia secara teur menerus tanpa diimbangi dengan penggunann bahan organik sebagai penetralisir proses kimia tanah.
Pada era tahun 1990-an para penggiat pertanian mulai melakukan penyadaran kepada masyarakat tani yang sudah mulai ada ketergantungan pada pupuk kimia, dimulai dengan penggunaan pupuk organik yang dikenal dengan kompos, tetapi sebagian besar petani kurang tertarik karena dianggap kurang praktis, dari segi proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 bulanan ini adalah faktor kendala utama bagi petani.
Baru setelah tahun 2000-an beberapa peneliti pertanian mulai melirik penggunaan bakteri yang menguntungkan sebagai pengurai sehingga pembuatan pupuk organik tidak memerlukan waktu cukup lama, hanya membutuhkan sekitar 1 - 2 minggu pupuk organik sudah siap digunakan, pupuk organik ini biasa disebut dengan pupuk bokashi. untuk lebih jelasnya tentang pupuk bokashi bisa di baca disini
Kamis, 21 Agustus 2014
Budidaya Cabe Rawit dalam Polybag dengan sistem Organik
Menurut statistik pasar harga cabe rawit melambung tinggi pada bulan Februari s/d April, tentunya ini disebabkan oleh persediaan cabe rawit di pasar berkurang sedangkan permintaan pasar tetap, artinya cabe rawit yang panen pada bulan tersebut di atas ditanam pada sekitar bulan Oktober yaitu pada saat curah hujan tinggi, yang sebagian petani tidak memaksakan diri untuk menanam pada saat itu dikarenakan tingkat kegagalan panen yang tinggi...
Kali ini kami akan sedikit berbagi budi daya cabe rawit dengan sistem polybag sebagai jawaban bertanam cabe rawit pada saat curah hujan tinggi, seperti kita ketahui jika menanam cabe secara konvensional pada saat curah hujan tinggi akan beresiko besar, seperti daun cabe memutih, bunga rontok, kurangnya proses fotosintesis karena sering mendung, serta resiko paling besar adalah busuk akar....
daftar istilah
rotan = ramuan tanaman
POV = pupuk organik cair
roma = ramuan hama
Semua bahan-bahan di atas bisa dipesan di tempat kami
Kali ini kami akan sedikit berbagi budi daya cabe rawit dengan sistem polybag sebagai jawaban bertanam cabe rawit pada saat curah hujan tinggi, seperti kita ketahui jika menanam cabe secara konvensional pada saat curah hujan tinggi akan beresiko besar, seperti daun cabe memutih, bunga rontok, kurangnya proses fotosintesis karena sering mendung, serta resiko paling besar adalah busuk akar....
Persiapan benih/biji :
- Benih/biji cabe rendam dulu dengan air panas setinggi 1 cm di atas permukaan teratas sampai airnya menjadi dingin dengan sendirinya.
- Rendam benih / biji tsb dengan rotan + pgpr selama minimal 2-4 jam
- Masukan dalam media penyemaian yg sudah diisi dengan tanah + pupuk bokashi kemudian siram dengan rotan
- Siram setiap hari dengan rotan + pgpr (rotan 1 tutup+pgpr 1 liter + air 10 liter), siram asal lembab saja.
- Setelah daun berjumlah 4 baru benih di pindahkan ke polybag.
Persiapan media tanam polybag : (ukuran poybag 40x60 cm)
- Campurkan tanah dan pupuk bokashi dengan perbandingan 3 : 1, kemudian semprot/kocor dengan trichoderma dengan dosis 1 liter tricho + air 50 liter, tiap polybag 1 gelas.
- Sehari kemudian kocorkan roma dosis 1 liter roma + air 20 liter kemudian tiap polybag siram dengan dosis 1 gelas.
- Besoknya kocor dengan rotan + poc vegetatif dengan dosis 200 ml + air 24 liter (1 tangki).
- Biarkan selama 10-14 hari.
- Benih pindahkan ke polybag pada sore hari
Cara pemupukan :
- Hari ke 7 setelah tanam (di polybag) siram dengan POC vegetaif dengan dosis 200 ml + 14 liter air (1 tangki) lakukan seminggu sekali bergantian dengan roma.
- Ketika sudah bercabang 2 sebaiknya tunas atas di potong begitu juga tunas air di buang semua.
- Lakukan prunning (pemangkasan ketika mucul bunga pertama).
- Hari ke 60 (biasanya dah kembali berbunga) berikan POC Generatif dengan dosis 1liter + air 50 liter, aplikasi tiap polybag 1 gelas semingu sekali bergantian dengan roma.
rotan = ramuan tanaman
POV = pupuk organik cair
roma = ramuan hama
Semua bahan-bahan di atas bisa dipesan di tempat kami
![]() |
| Cabe polybag umur 10 hari |
![]() |
| Setelah berumur 1 bulan, setelah dilakukan pemotongan pucuk |
Selasa, 01 Juli 2014
Budidaya Padi Secara Organik
Untuk beralih teknik budidaya dari kimia ke organik tidak semudah membalikkan tangan, banyak sekali tantangan yang akan menghadang kita, terutama diri kita sendiri, karena bertani organik tentunya merubah kebiasaan yang selama ini telah lama kita lakukan, dengan metode baru, tantangan juga bisa berasal dari para pekerja kita yang selama ini mereka mesara nyaman dengan kebiasaannya... jadi bertani organik akan berhasil jika kita mau merubah kebiasaan....
Tentunya beralih dari kebiasaan lama yaitu yang selama ini
kita sangat tergantung pada pupuk kimia, baik pupuk padat maupun pupuk cair dan pestisida kimia, berharap akan mendapatkan hasil panen yang lebih menguntungkan, dan bukan itu saja, jika kita sudah memutuskan untuk beralih ke pola pertanian organik berarti kita secara tidak langsung nantinya kita akan mewarisi sebuah lahan yang subur yang penuh dengan humus bak tanah hutan kepada anak dan cucu kita...
Untuk kelebihan dan kekurangan bertani organik saya rasa anda sudah banyak mendapatkan referensi di tempat lain, karena kali ini kita akan membahas "budidaya padi secara organik", untuk lebih singkatnya mari kita bahas step by step budidaya padi organik.
Pengolahan Benih :
Pengolahan Lahan:
Tentunya beralih dari kebiasaan lama yaitu yang selama ini
kita sangat tergantung pada pupuk kimia, baik pupuk padat maupun pupuk cair dan pestisida kimia, berharap akan mendapatkan hasil panen yang lebih menguntungkan, dan bukan itu saja, jika kita sudah memutuskan untuk beralih ke pola pertanian organik berarti kita secara tidak langsung nantinya kita akan mewarisi sebuah lahan yang subur yang penuh dengan humus bak tanah hutan kepada anak dan cucu kita...
Untuk kelebihan dan kekurangan bertani organik saya rasa anda sudah banyak mendapatkan referensi di tempat lain, karena kali ini kita akan membahas "budidaya padi secara organik", untuk lebih singkatnya mari kita bahas step by step budidaya padi organik.
Pengolahan Benih :
- Pilihlah Benihpadi yang sudah teruji
- Rendam benih dengan air hangat selama 15 menit
- Rendam benih dengan Pestisida Organik selama 15 menit
- Rendam dengan Pupuk Cair Organik selama 24 jam
- Peram selama 2 jam
- Penyemaian sebaiknya di dalam nampan/baki/wadah kecil dg media tanah dan bokashi 1:1
- Usia penyemaian maksimum 14 hari
Pengolahan Lahan:
- Jangan buang sisa jerami panen sebelumnya dan potong sisa tanaman padi sampai rata dengan tanah
- Hamparkan Jerami hasil panen secara merata di seluruh lahan, jerami potong menjadi 3 - 4 bagian
- Taburkan Kapur / Dolomit ( 500 kg untuk 1 Ha )
- Semprot dengan Pestisida Organik (200ml untuk 14 liter air ) diamkan selama 3 hari.
- Aliri air dan rendam selama 3 – 4 hari
- Kemudian cangkul / bajak untuk membalikan tanah,
- Setelah dibajak lahan direndam dengan air selama 3 - 4 hari setinggi 10 cm.
- Taburkan Pupuk Organik / bokashi secara merata (4 ton/ha, pada musim berikutnya bisa diturunkan jadi 3 ton/ha, pada musim berikutnya lagi cukup 2 ton untuk 1 ha)
- Rendam dengan air selama 3 - 4 hari
- Keringkan lahan kemudian wuluku / angler (bajak kedua kalinya dan ratakan)
- Buat dengan pola jajar legowo 35 – 35 – 35 – 35 – 40
- Tanam benih padi hasil penyemaian 1-2 batang, paling dalam 2 cm.
- Keringkan selama 2 hari
- Hari ke 3 beri air dengan tinggi 2 – 3 cm
- Lalandak (atau gasrok) pada hari ke 12
- Taburkan Pupuk Organik / bokashi (kebutuhan musim tanam pertama 2ton/ha, kedua 1 1/2 ton/ha dan musim selanjutnya 1 ton/ ha)
- Semprotkan Pupuk Cair Organik dengan dosis 200ml untuk 15 liter air secara merata
- Keringkan selama 4 hari
- Beri air selama 10 hari
- Hari ke 35 Keringkan, lalandak (gasrok) yg kedua dengan arah berlawanan dengan yang pertama
- Selanjutnya taburkan pupuk organik yang sudah matang secara merata, biarkan selama 10 hari. (kebutuhan musim tanam pertama 1ton/ha, kedua 3/4 ton/ha dan musim selanjutnya 1/2 ton/ ha)
- Aliri air naik turun sesuaikan dengan kondisi tanaman padi
- Pada usia 55 hari (pramudia/keluar bunga) keringkan selama 5 hari, semprot dengan Pupuk Cair Organik
- Beri air sampai buah warna hijau tapi sudah berisi
- Hari ke 63 keringkan selama 3 hari semprot lagi dengan Pupuk Cair Organik
Catatan:
Pemberian bakteri-bakteri yang menguntungkan sangat disarankan, guna mengembalikan kondisi tanah ke kondisi tanah seperti hutan, jika perlakuan organik sudah berlangsung sekitar 4 musim padi tanah anda akan kembali ke tanah yang sangat subur....
![]() |
| Alat Gasrok |
![]() |
| Lalanda / Menyiangi pada dengan gasrok |
Rabu, 12 Maret 2014
Pemotongan Indukan Jahe Untuk Merangsang Pertumbuhan Rimpang
![]() |
| indukan jahe yang dipotong |
Pada umur 3 - 4 bulan jahe sudah mulai muncul anakan, nah pada saat itu adalah waktu yang
paling tepat untuk melakukan pemotongan indukan, pemotongan indukan dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan vegertatif ada jahe. Sehingga setelah dilakukan pemotongan indukan rimpang jahe akan tumbuh semakin cepat, dan karena ada tekanan dari bawah serta dari samping rimpang jahe akan cenderung naik ke atas, nah dari situlah proses vertikultur dimulai.
Pemotongan indukan jahe memerlukan kejelian tersendiri karena jika waktu pemotongan indukan jahe tidak tepat akan justru akan berakibat pertumbuhan vegetatif menjadi lambat atau bahkan berujung pada kematian tanaman jahe anda. Begitu juga memilih indukan yang akan dipotong juga butuh kejelian anda.
![]() |
| indukan jahe yang dipotong |
![]() |
| indukan jahe yang dipotong |
Setelah indukan dipotong, terus ikuti perkembangannya, terutama bekas pemotongan karena rawan busuk dan jamur, untuk itu pisau yang digunakan untuk memotong disterilkan dulu. Setelah beberapa minggu rimpang jahe akan terlihat di permukaan, nah pada saat itulah anda harus menambahkan tanah (yang sudah dicamur bokashi) kirakira setinggi 10 cm.
Kamis, 20 Februari 2014
Perawatan dan Pengendalian Hama Penyakit Jahe
![]() |
| jahe umur 1 bulan |
Perawatan jahe dalam sak dimulai setelah bibit berumur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan mengocor atau menyemprot tanaman jahe dengan SOT dan Microba kultur dengan perbandingan 8 tutup SOT + 200 ml microba cultutre + 14 liter air. Penyemprotan yang baik dilakukan pada pagi hari antara jam 06.00 - 09.00 atau sore hari antara 16.00 - 15.00, sebelum penyemprotan dilakukan pastikan bahwa daun jahe tidak dalam keadaan basah karena air embun atau sisa air hujan, penyemprotan SOT + microba cultur diusahakan mengenai seluruh daun dan batang jahe.
Perawatan selanjutnya adalah 1 minggu setelah penyemprotan pertama dilakukan dengan perbandingan SOT + microba culture sama dengan di atas dan perlukannya sama persis dengan di atas, baru setelah seminggu berikutnya tanaman jahe perlu disemprot dengan peptisida, karena kita kali ini bertani secara organik tentunya peptisida yang dipakai juga dari bahan organik, dalam hal ini peptisida organik yang dipakai adalah Phefoc + Peptisida culture dengan perbandingan 8 tutup botol Phefoc + 200 ml peptisida culture + 14 air.
Pengendalian hama dan penyakit pada jahe yang ditanam secara masal mutlak diperlukan karena jika ada satu tanaman yang terindikasi terserang hama atau penyakit akan dengan mudah dan cepat menular ke tanaman lainnya. Sebelum hama dan penyakit menyerang tanaman jahe anda tindakan prevetif lebih disarankan yaitu dengan mangatur jarak tanam yang tidak begitu rapat.
Setelah penyemprotan peptisida organik maka kita akan terus merawat jahe kita dengan kembali akan menyemprotkan pupuk cair organik seperti di atas, Nah supaya mudah dipahami berikut ini langkah-langkah perawatan tanaman jahe vertikultur:
- 5 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
- 12 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
- 19 hst semprot/kocor dengan PHEFOC + peptisida culture + air
- 26 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
- 33 hst semprot/kocor dengan SOT + microba culture + air
- 40 hst semprot/kocor dengan PHEFOC + peptisida culture + air
- begitu seterusnya sampai jahe umur 8 bulan
* microba dan peptisida kultur hanya bisa di dapat dari mitra-mitra HCS, jika anda kesulitan mendapatkan mikroba dan peptisida culture bisa pesan pada kami dengan harga 35rb/liter
Berikut dibawah ini gambar contoh jahe dalam sak yang menggunakan bokashi dengan umur 1 bulan, 2,5 bulan dan 3 bulan
Catatan
JIka anda bukan Mitra HCS
Berikut dibawah ini gambar contoh jahe dalam sak yang menggunakan bokashi dengan umur 1 bulan, 2,5 bulan dan 3 bulan
![]() |
| Jahe dalam sak, yg didepan umur 1 bulan, belakang umur 2,5 bulan |
![]() |
| depan umur 1 bulan, belakang 2,5 bulan |
![]() |
| jahe dalam sak umur 2,5 bulan |
![]() |
| jahe dalam sak umur 3 bulan |
JIka anda bukan Mitra HCS
- SOT bisa diganti dengan probiotik tanah merk lain seperti EM4 Pertanian atau Rotan Pembenah Tanah informasinya anda bisa di dapatkan di JKMP4
- PHEFOC bisa diganti dengan pestisida nabati lainnya, misalnya roter, infonya di JKMP4
- Microba Kultur bisa diganti dengan pupuk organik cair yang mengandung NPK
- Pestisida Kultur bisa diganti dengan bahan pestisida organik lengkap lainnya
Langganan:
Postingan (Atom)

























